Minggu, 28 Desember 2014

Analisis Kasus Koperasi Langit Biru (KLB) dan PT Gradasi Anak Negeri (GAN)



JAKARTA, KOMPAS.com — Praktik bisnis investasi bodong dengan pola mirip multi level marketing (MLM) mulai marak terungkap ke publik. Dua kasus yang belakangan ini terjadi menimpa Koperasi Langit Biru (KLB) dan PT Gradasi Anak Negeri (GAN). Ribuan anggota dan investor kedua perusahaan itu pun mengamuk dan merusak kantor KLB dan PT GAN lantaran bonus yang tak lagi diterima.
Para petinggi kedua perusahaan itu pun kabur, sementara uang miliaran hingga triliunan rupiah milik investor tiba-tiba saja raib. Iming-iming keuntungan jutaan hingga miliaran rupiah ternyata hanya tinggal janji. Berharap untung, justru buntung yang didapat.
Polisi kini tengah melakukan penelusuran mendalam atas kedua kasus ini. Dari hasil penelusuran sementara, polisi menemukan bahwa modus yang dilakukan KLB dan PT GAN serupa. Berikut ini modus-modus yang digunakan KLB dan PT GAN dalam menjaring investor dan melakukan usahanya.
Koperasi Langit Biru (KLB)
Sebelum berdiri, Koperasi Langit Biru bernama PT Transindo Jaya Komara (TJK). Jenis usaha mereka adalah pengelolaan daging dan hasil peternakan, bekerja sama dengan 62 penyuplai daging sapi. Perusahaan itu milik Jaya Komara, seorang mantan penjual kerupuk.
Setelah itu, TJK kemudian bertransformasi menjadi Koperasi Langit Biru atau KLB pada Januari 2011. Seluruh kegiatan KLB dipusatkan di sebuah kantor yang beralamat di Perum Bukit Cikasungka Blok ADF Nomor 2-4, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang; dan kantor cabang di Jalan BKT Raya, Gang Swadaya VI Nomor 1 RT 008/RW 01, Rawa Bebek, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.
Jaya Komara dalam koperasi ini juga memiliki posisi tertinggi, yakni Direktur Utama. Untuk menjaring investor, PT KLB menawarkan dua paket investasi, yakni investasi paket kecil dan investasi paket besar. Investasi paket kecil bernilai Rp 385.000 atau setara dengan harga 5 kilogram daging dan investasi paket besar dengan nilai Rp 9,2 juta atau sama dengan 100 kilogram daging sapi.
Profit yang didapat pada investasi paket kecil yang ditawarkan KLB adalah Rp 10.000 per hari. Angka itu akan dibagi kepada perusahaan Rp 9.000, sementara investor Rp 1.000. Dengan demikian, dalam satu bulan, investor mendapat profit sebesar Rp 150.000.

Adapun investasi paket besar dibagi lagi ke dalam dua pilihan, yakni investasi non-Bonus Kredit Sepeda Motor (BKSM) yang bonusnya senilai Rp 1,7 juta per bulan (dari bulan ke-1 sampai ke-9). Memasuki bulan ke-10, investor akan langsung mendapat bonus Rp 12 juta. Pada bulan ke-24, investor juga dijanjikan akan mendapat keuntungan Rp 31,2 juta.
Dengan tawaran yang menggiurkan itu, KLB akhirnya berhasil menghimpun 125.000 anggota dengan nilai total investasi mencapai Rp 6 triliun. Pihak KLB menjanjikan bahwa dana investasi itu akan diputarkan untuk menjalankan bisnis di daerah Tulung Agung, Jawa Timur. Namun, dari hasil penelusuran aparat kepolisian, bisnis di Tulung Agung ternyata tidak menghasilkan dan selama ini KLB bekerja gali lubang-tutup lubang atau hanya mengandalkan uang setoran investor baru yang masuk untuk membayar bonus investor lama.
Aktivitas penyerahan bonus akhirnya macet pada bulan Januari 2012 sehingga sejumlah investor mengadukan persoalan ini ke Polres Tangerang Kabupaten. Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan KLB pun kini sudah dilimpahkan ke Bareskrim Polri.
PT Gradasi Anak Negeri (GAN)
PT Gradasi Anak Negeri (GAN) didirikan pada Januari 2012. Perusahaan ini telah memiliki investor sebanyak 21.000 orang dengan dana investasi mencapai Rp 390 miliar. Untuk menjaring investor, PT GAN menawarkan paket investasi atas Sarden Kiku dengan keuntungan mencapai 10 persen dari modal awalnya setiap minggu. Sistem investasi yang ditawarkan PT GAN adalah dengan memberikan modal awal minimal Rp 5 juta kepada agen yang menawarkan paket.
Calon investor dijanjikan akan mendapat 10 persen dari modal awal saat pekan kedua. Setelah itu, investor akan kembali mendapatkan profit sebesar 10 persen setiap minggunya hingga minggu ke-52. Bonus tambahan juga diperoleh investor jika berhasil menarik investor baru. Seluruh bonus diberikan secara tunai dan menyerahkan cek.
Namun, pada bulan April-Mei 2012, arus penyerahan bonus itu kemudian macet. Hal ini baru diketahui setelah ada beberapa investor yang tidak dapat mencairkan cek bonus yang diberikan.
Pada tanggal 25 Mei 2012, korban yang merasa ditipu akhirnya melapor ke Polrestro Tangerang Kota. Polisi sempat menggeledah kantor pusat PT GAN dan lima kantor cabang. Hasilnya, polisi sama sekali tidak menemukan Sarden Kiku yang awalnya dijanjikan PT GAN sebagai bisnis utama perusahaan ini. Kasus ini akhirnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya pada tanggal 28 Mei 2012.




Analisis :
Kasus ini diakibatkan karena kurangnya pemahaman para Investor dalam berinvestasi. Praktik Bisnis Investasi mirip Multi Level Marketting (MLM) ini menggiurkan bagi pihak investor untuk menginvestasikan dana mereka ke Koperasi Langit Biru (KLB) dan PT Gradari Anak Negeri (GAN).
Koperasi Langit Biru (KLB) merupakan koperasi yang mempunyai bisnis usaha, jenis usaha mereka pengelolaan daging dan hasil perternakan. Koperasi Langit Biru (KLB) menawarkan dua paket  investasi, yaitu paket investasi kecil dan paket investasi besar. Paket Investasi Kecil bernilai Rp. 385.000,- atau setara dengan harga 5 kg daging sapi, investasi ini menjanjikan akan memberikan Profit perhati sebesar Rp. 10.000,- per hari. Sedangkan Paket Investasi Besar bernilai Rp. 9,2 Juta atau setara dengan 100 Kg daging sapi, investasi besar ini menjanjikan bonusnya senilai Rp. 1,7 juta dari mulai bulan pertama hingga bukan ke 9 bahkan memasuki bulan ke 10 akan langsung mendapatkan bonus Rp. 12 juta. Dengan tawaran menggiurkan tersebut banyak para investor menginvestasikan uang mereka di Koperasi Langit Biru (KLB) hingga menghipun 125.000 anggota dan nilai total investasi mereka mencapai Rp. 6  triliun. Namun pada bulan Januari 2012  aktivitas penyerahan bonus mulai macet sehingga investor mengadukan persoalan ini ke Polres Tangerang, setelah ditelusuri ternyata KLB hanya gali lubang-tutup lubang atau hanya mengandalkan uang setoran investor baru masuk untuk membayar bonus investor lama. Maka dari itu kita harus cermat dalam berinvestasi agar tidak mudah tertipu.
Begitu juga denga PT Gradasi Anak Negeri (GAN) perusahaan  ini menawarkan paket investasi atas sarden kiku dengan keuntungan mencapai 10 persen dari modal awal seminggu. Dengan iming-iming keuntungan besar sebanyak 21.000 investor yang menginvestasikan dana investasi mereka ke PT Gradasi Anak Negeri (GAN). Namun pada bulan April dan Mei 2012 penyerahan Bonus mengalami kemacetan. Investor pun melaporan ke Polresto Tangerang Kota setelah ditelususi Polisi sama sekali tidak menemukan Sarden Kiku yang awalnya dijanjikan PT GAN sebagai bisnis utama perusahaan.
Kedua kasus ini menjadi pelajaran penting bagi investor atau kita yang ingin menginvestasikan dana investasi kita. Sebelum kita menginvestasi kita harus dapat menilai perusahaan apakah yang dijalaninya dan kebenaran atas usaha tersebut agar tidak tertipu seperti kasus diatas.

sumber :
1. http://nasional.kompas.com/read/2012/06/07/16480393/Inilah.Modus.Investasi.Bodong.ala.Koperasi.Langit.Biru.dan.PT.GAN

Jumat, 10 Oktober 2014

ISTILAH ISTILAH AKUNTANSI

Istilah-Istilah Akuntansi

No Istilah Akuntansi Arti
1 Actual Amount Jumlah Sesungguhnya
2 Actual Cost Biaya Sesungguhnya
3 Actual Factory Overhead Beban Overhead Sesungguhnya
4 Actual Liability Hutang Nyata
5 Actual Price Harga Sesungguhnya
6 Actual Quantity Kwalitas Sesungguhnya
7 Adjusted Balance Saldo Setelah Penyesuaian
8 Adjusted Trial Balance Neraca Saldo Penyesuaian
9 Adjusting Entries Ayat Jurnal Penyesuaian
10 Additional Cost Biaya Tambahan
11 Advance From Customer Uang Muka Langganan
12 Advance Accounting Akuntansi Lanjutan
13 Advertising Expense Biaya Iklan
14 Adverse Opinion Pendapatan Tidak Wajar
15 Allowance For Inventory Decline To Market Cadangan Penurunan Nilai Persediaan
16 Allowance Method Metode Cadangan
17 Allowance Account Perkiraan Cadangan
18 Allowance For Bad Debt Cadangan Piutang Tak Tertagih
19 Allowance For Doubt Full Account Cadangan Pitang Ragu-Ragu
20 Allowance For Overvaluation Of Branch Merchandise Cadangan Kenaikan Harga Barang Cabang
21 Amortization Penyusutan Atas Harta Tak Berwujud
22 Applied Factory Overhead Cost Biaya Overhead Yang Dibebankan
23 Annual Report Laporan Tahunan
24 Asset Harta
25 Asset Approach Pendekatan Aktifa
26 Account Perkiraan
27 Account Receivable Piutang Dagang
28 Account From Bentuk Perkiraan
29 Account Not Current Pos-Pos Yang Tidak Lancar
30 Account Payable Hutang Lancar
31 Account Payable Ledger Buku Besar Hutang
32 Account Receivable Statement Dartar Piutang Usaha
33 Account Payable Subsidiary Ledger Buku Tambahan Piutang
34 Accountant Akuntan
35 Accountant Fee Expense Biaya Akuntan
36 Accountant Public Akuntan Publik
37 Accounting Akuntasi
38 Accounting Assumption Asumsi Akuntansi
39 Accounting Cycle Sirklus Akuntansi
40 Accounting Data Data Akuntansi
41 Accounting Department Departemen Akuntansi
42 Accounting Equation Persaman Akuntansi
43 Accounting Income Laba Akuntansi
44 Accounting Information Informasi Akuntansi
45 Accounting Instruction Intruksi Akuntansi
46 Accounting Management Manajement Akuntansi
47 Accounting Method Metode Akuntansi
48 Accounting Period Periode Akuntansi
49 Accounting Principle Akuntansi Dasar
50 Accounting Procedure Prosedur Akuntansi
51 Accounting Responsibility Akuntansi Pertanggungjawaban
52 Accounting System Sistem Akuntansi
53 Accounts Inter Company Rekening Antar Perusahan
54 Accrued Expense Biaya Yang Akan Di Bayar
55 Accrued Expense Payable Beban Terhutang
56 Accrued Payroll Payable Utang Gaji
57 Accrued Inters Payable Bunga Terhutang
58 Accrued Revenue Pendapatan Yang Akan Diterima
59 Accrued Tax Payable Hutang Pajak
60 Accrued Wages Payable Upah Terhutang
61 Accumulated Depletion Akumulasi Deplesi
62 Accumulated Depreciation Akumulasi Penyusutan
63 Asset Account Perkiraan Harta
64 Audit Fee Pendapatan Audit
65 Assume Asumsi
66 Audit Expense Biaya Audit
67 Audit Programme Program Pemeriksaan
68 Audit Process Proses Pemeriksaan
69 Audit Planning Rencana Periksaan
70 Auditor Pemerikasa Keuangan
71 Auditing Pemeriksaan Keuangan
72 Average Method Metode Rata-Rata
73 Balance Sheet Neraca
74 Balance Per Bank Saldo Menurut Bank
75 Balance Per Book Saldo Menurut Buku
76 Balance Sheet Account Perkiraan Neraca
77 Balance Amount Keseimbangan Jumlah
78 Bank Payable Hutang Bank
79 Balance Before Liquidation Saldo Sebelum Likuidasi
80 Bank Reconciliation Reconsiliasi Bank
81 Bank Service Charge Bedan Administrasi Bank
82 Bank Statement Rekening Koran
83 Bin Card Kartu Gudang
84 Basic Financial Statement Laporan Keuangan Pokok
85 Beginning Balance Saldo Awal
86 Betterment Perbaikan
87 Book Value Nilai Buku
88 Book Value Of Asset Nilai Buku Aktifa
89 Book Value Per Share Nilai Buku Per Saham
90 Branch Cabang
91 Branch Merchandise Barang Dagangan Cabang
92 Branch Profit Keuntungan Cabang
93 Break Event Pulang Pokok
94 Break Even Piont Titik Pulang Pokok
95 Break Even Sales Penjualan Pulang Pokok
96 Budget Anggaran
97 Budget Variance Selisih Anggaran
98 Budget Flexible Anggaran Flexsibel
99 Budget Fixed Anggaran Tetap
100 Budget Cycle Siklus Anggaran
101 Budget Balance Sheet Anggaran Neraca
102 By Product Produksi Sampingan
103 Building Gedung
104 Business Entity Kesatuan Usaha
105 Capital Modal
106 Capital Statement Laporan Perubahan Modal
107 Capital Stock Modal Saham
108 Cash Kas
109 Cash Budget Anggaran Kas
110 Cash Count Perhitungan Kas
111 Cash Disbursement Journal Jurnal Pengeluaran Kas
112 Cash Discount Potongan Yang Diberikan Atas Pembayaran Tunai
113 Cash Flow Alur Kas
114 Cash Flow Cycle Siklus Alur Kas
115 Cash In Bank Kas Dalam Bank/Kas Di Bank
116 Cash On Hand Kas Di Tangan
117 Cash In Transit Kas Dalam Perjalanan
118 Cash Payment Journal Buku Kas Pengeluaran
119 Cash Receipt Journal Buku Kas Penerimaan
120 Cash Sales Penjualan Tunai
121 Closing Entries Ayat Jurnal Penutup
122 Cost Biaya
123 Cost Accounting Akuntansi Biaya
124 Cost Of Goods Avaible For Sales Pokok Barang Tersedia Untuk Dijual
125 Cost Of Goods Manufactured Harga Pokok Produksi
126 Cost Of Sold Harga Pokok Barang Yang Di Jual
127 Currency Mata Uang
128 Currency Asset Harta Lancar
129 Currency Liabilities Hutang Jangka Pendek
130 Debit Note Nota Debet
131 Debit Balance Saldo Debet
132 Deduction Pengurangan
133 Defective Goods Produk Rusak
134 Deferred Gros Profit On Realization Laba Kotar Yang Belum Direalisasikan
135 Delivery Expense Biaya Pengankutan
136 Deposit Slip Bukti Setoran
137 Depreciation Penyusutan
138 Depreciation Expense Biaya Penyusutan
139 Determining Depreciation Penetapan Penyusutan
140 Direct Costing Penetapan Biaya Langsung
141 Direct Department Overhead Expense Beban/Biaya Overhead Departemen Langsung Miring
142 Direct Expense Biaya Langsung
143 Direct Labor Cost Butget Biaya Anggaran Buruh Langsung
144 Direct Taxes Pajak Langsung
145 Direct Write Off Penghapusan Langsung
146 Discount Potongan ( Harga )
147 Dissolution Pembubaran
148 Dividend Stock Deviden Saham
149 Double Entry System Sistem Pembukuan Berpasangan
150 Draft ( Info ) Wesel
151 Due Date Tanggal Jatuh Tempo
152 Earned Pendapatan
153 Earning After Interest And Taxes Pendapatan Sesudah Bunga Dan Pajak
154 Earning After Tax Pendapatan Sesudah Pajak
155 Economic Life Umur Ekonomi
156 Economic Order Quantity Jumlah Pembelian Optimal
157 Emergency Working Capital Modal Kerja Darurat
158 Employee Earning Statement Laporan Gaji Karyawan
159 End Of Month Trial Balance Daftar Saldo Akhir Bulan
160 Ending Balance Saldo Akhir
161 Ending Inventory Persediaan Akhir
162 Entertaiment Expense Biaya Entertain
163 Entry Ayat
164 Equipment Peralatan
165 Equities Kekayaan
166 Equity Ih Income Of Subsidiary Company Laba Atas Anak Perusahaan
167 Estimate Value Nilai Taksir
168 Estimated Gross Provit Taksiran Laba Kotor
169 Evidence Bukti-Bukti
170 Excess Of Cost Over Book Value Of Subsidiary Interest Selisih Lebih Harga Pokok Di Atas Nilai Buku
171 Except Pengecualian
172 Excess Of Cost Over Book Value Of Subsidiary Interest Selisih Lebih Harga Pokok Di Atas Nilai Buku
173 Excess Value Nilai Lebih
174 Exchange Rate Nilai Tukar
175 Expected Actual Capacity Kapasitas Yang Sesungguhnya Di Harapkan
176 Expected Rate Of Return Tingkat Pengembalian Yang Diinginkan
177 Expired Kadarluasa
178 Expense Biaya
179 External Audit Pemeriksaan Ekternal
180 Extra Ordinary Gain Pembelajan Yang Luar Biasa
181 Extra Ordinary Loss Kerugian Yang Luar Biasa
182 Extra Ordinary Repairs Perbaikan Luar Biasa
183 Extra Ordinary Retirement Penarikan Aktiva Sebab Luar Biasa
184 Fiscal Year Tahun Pajak
185 Fixed Asset Subsidiary Ledge Buku Tambahan Harta Tetap
186 Fixed Asset Turnover Perputaran Harta Tetap
187 Fixed Capital Asset Modal Kerja Tetap
188 Fixed Cast Biaya Tetap
189 Fixed Efficency Variance Penyimpangan Effisiensi Yang Tetap
190 Fixed Factory Overhead Overhead Pabrik Yang Tetap
191 Flexible Budget Anggaran Yang Berubah-Ubah
192 Floor Batasan Bawah
193 Flow Of Cost Aliran Biaya
194 Flow Of Document Peredaran Dokumen
195 Flow Of Funds Aliran Dana
196 Flow Of Work Peredaran Kerja
197 Flowchart Daftar Aliran
198 Fluctualing Method Metode Fluktuasi
199 Fluctuating Fund Dana Berubah-Ubah
200 Foot Note Catatan Kaki
201 Forecast Balance Sheet Ramalan Neraca
202 Forecast Income Statement Taksiran Rugi Laba
203 Form Formulir
204 Four Collumn Ccount Jurnal Empat Kolom
205 Fraud Kecurangan
206 Freight In Ongkos Angkut Pembelian
207 Freight On Material Purchasas Beban Angkut Pembelian Bahan
208 Freight Out Ongkos Angkut Penjualan
209 Funds Dana
210 Funds Statement Laporan Sumber Dan Penggunaan Dana
211 Furniture & Fixture Peralatan
212 Fusion Penggabungan
213 General Accounting Menager Keuangan
214 General Ledger Buku Besar
215 General Journal Jurnal Umum
216 General And Administrative Expense Biaya Umum Dan Administrasi
217 General Examination Pemeriksaan Umum
218 General Assigment Penegasan Umum
219 Government Financial Keuangan Penerintah
220 Government Accunting Akuntansi Pemerintah
221 Gross Loss Rugi Kotor
222 Gross Profit Laba Kotor
223 Gross Profit Analysist Analisa Laba Kotor
224 Gross Provfi Metho Metode Laba Kotor
225 Gross Profit On Sales Laba Kotor Atas Penjualan
226 Gross Working Capital Modal Kerja Kotor
227 Group Code Kode Kelompok
228 Go Publik Compony Perusahan Yang Menjual Saham Ke Masyarakat
229 Heating And Lighting Expense Biaya Pemanasan Dan Penerangan
230 Hidden Reserves Cadangan Rahasia
231 Historical Cost Accounting Harga Perolehan Historis
232 Historical Cost Biaya Historis
233 Home Office Kantor Pusat
234 Horizon Analyst Analisa Mendatar
235 Human Resource Accounting Akuntansi Sumber Daya Manusia
236 Income Pendapatan
237 Income After Tax Laba Sesudah Pajak
238 Income From Joint Venture Laba Usaha Patungan
239 Income From Operation Laba Usaha
240 Income Sharing Agreement Persetujuan Pembagian Laba
241 Income Statement Laporan Rugi Laba
242 Income Statement Account Pendekatan Laba Rugi
243 Income Summary Iktiar Rugi Laba
244 Incremental Cost Biaya Tambahan
245 Independent Auditor Report Laporan Pemeriksaan Bebas
246 Indirect Expense Biaya Tak Langsung
247 Indirect Departemental Expense Biaya Departemen Tak Langung
248 Indirect Factory Cost Biaya Pabrik Tak Langsung
249 Indirect Labor Tenaga Kerja Tak Langsung
250 Inderect Material Bahan Baku Tak Langsung
251 Indirect Operatiing Expense Biaya Usaha Tak Langsung
252 Individual Priprietorship Perusahaan Perorangan
253 Inflation Inflansi
254 Information Informasi
255 Information System Sistem Informasi
256 Initial Inventory Persediaan Awal
257 Initial Audit Pemeriksaan Awal/Pertama Kali
258 Input Tax Pajak Masukan
259 Installation Cost Biaya Instalasi Atau Pemasangan
260 Installment Anggaran Atau Cicilan
261 Installment Contract Receivable Piutang Penjualan Cicilan
262 Installment Method Metode Cicilan
263 Installment Payable Hutang Cicilan
264 Installment Term Debt Utang Jangka Menengah
265 Insurance Expense General Biaya Asuransi Umum
266 Insurance Expense Selling Biaya Asuransi Penjualan
267 Intagible Asset Aktiva Tak Berwujud
268 Intangible Fixed Assets Aktiva Tetap Tak Berwujud
269 Intercompany Loans Pinjaman Antar Perusahaan
270 Interest Bunga
271 Interest Baering Note Wesel Berbunga
272 Interest Expense Biaya Bunga
273 Interest Factor Faktor Bunga
274 Interest Income Pendapatan Bunga
275 Interest Payable Hutang Bunga
276 Interest Receivable Piutang Bunga
277 Interim Statement Laporan Sementara
278 Internal Audit Pemeriksaan Internal
279 Internal Auditor Pemeriksaan Internal
280 Internal Control Pengawasan Internal
281 Internal Control Questioary Pertanyaan Pengendalian Intern
282 Internal Finacing Pembiayaan Internal
283 Inventory Persediaan
284 Inventory Of Material Persediaan Bahan Mentah
285 Inventory Trun Over Perputaran Persediaan
286 Inventory Valuation Penilaian Persediaan
287 Invesment In Fund Investasi Dalam Dana
288 Invesment In Bond Investasi Dalam Obligasi
289 Invesment In Joint Venture Investasi Dalam Usaha Patungan
290 Invesment In Land Investasi Dalam Bentuk Tanah
291 Invesment In Life Insurance Investasi Dalam Bentuk Asuransi Jiwa
292 Invesment In Stock Investasi Saham
293 Investor Orang Yang Menanamkan Modal
294 Invoice Faktur
295 Job Order Cost Biaya Pesanan
296 Job Order Cost Sheet Kartu Biaya Pesanan
297 Job Order Cost System Sistem Biaya Pesanan
298 Job Time Ticket Kartu Jam Kerja
299 Joint Cost Biaya Gabungan
300 Joint Cost Of Capital Biaya Penggunan Modal Bersama
301 Joint Product Produksi Gabungan
302 Joint Venture Usaha Patungan
303 Joint Venture Books Buku-Buku Usaha Patungan
304 Journal Buku Harian
305 Journal Entry Ayat-Ayat Jurnal
306 Journalizing Menjurnal/ Penjurnalan
307 Judgment Sample Sampel Pertimbangan
308 Labor Tenaga Kerja
309 Labor Budget Anggaran Tenaga Kerja
310 Labor Cost Biaya Tenaga Kerja
311 Labor Cost Control Pengendalian Biaya Tenaga Kerja
312 Labor Cost Report Laporan Biaya Tenaga Kerja
313 Labor Efficiency Ratio Rasio Effiensi Tenaga Kerja
314 Labor Efficiency Stasndar Standar Effisinsi Tenaga Kerja
315 Labor Efficiency Variance Selisih Effiensi Upah
316 Labor Fringe Benefit Pendapatan Yang Diterima Tenaga Kerja
317 Labor Performance Report Laporan Pelaksanaan Kerja
318 Labor Rate Variance Penyimpangan Tarif Tenaga Kerja
319 Land Tanah
320 Land Right Hak Atas Tanah
321 Last In First Out ( Lifo ) Masuk Pertama Keluar Pertama
322 Lease Sewa
323 Lease Agreement Kontrak Sewa Guna
324 Leaseing Sewa Guna
325 Ledger Buku Besar
326 Legal Capital Modal Resmi
327 Lessee Pihak Yang Menyewakan Guna Barang
328 Lessor Pihak Yang Menyewa Guna Barang
329 Letter Of Comments Surat Komentar
330 Letter Of Transmettal Surat Penyerangan
331 Liabilities Kewajiban
332 Limited Liabilty Tanggung Jawab Terbatas
333 Liquidating Deviden Deviden Likiudasi
334 Liquidity Kemampunan Bayar Hutang Jangka Pendek
335 Long From Report Laporan Akuntansi Betuk Panjang
336 Long Run Proof Pengecekan Jangka Panjang
337 Long Term Debets Utang Jangka Panjang
338 Long Term Debet To Equity Ratio Rasio Utang Jangka Panjang Terhadap Modal Sendiri
339 Long Term Investment Investasi Jangka Panjang
340 Long Term Liabilities Hutang Jangka Panjang
341 Loss Rugi
342 Loss From Operation Rugi Usaha
343 Loss On Realization Realisasi Kerugian
344 Loss On Reduction Of Inventory Rugi Penurunan Nilai Persediaan
345 Loss On Repossession Rugi Penarikan Kembali
346 Loss On Sale Of Invesment Rugi Penjualan Investasi
347 Loss On Trade In Rugi Pertukaran
348 Loss Unit Unit Yang Hilang
349 Lower Cost Or Market Harga Beli Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah
350 Lumsump Purchase Pembelian Secara Bulat
351 Machine Mesin
352 Maintenance Cost Biaya Pemeliharaan
353 Maintenance Departement Budget Anggaran Departeman Pemeliharaan
354 Maintenance Expense Biaya Pemeliharan
355 Management Accounting Akuntansi Manjemen
356 Management Advisory Service Pelayanan Konsultasi Perusahaan
357 Management Audit Pemeriksaan Manajemen
258 Management By Exception Manjemen Dengan Pengecualian
359 Manufacturer Pabrikan
360 Manufacturing Company Perusahan Pabrikan
361 Manufacturing Cost Biaya Pabrikasi
362 Manufacturing Overhead Overhead Pabrik
363 Markdown Cancellation Pembatalan Penurunan Harga
364 Market Rate Harga Pasar
365 Market Value Harga Pasar
366 Market Value At Split Off Harga Jual Pada Titik Pisah
367 Market Value Of Rights Harga Jual Hak Beli Saham
368 Market Value Of Stock Ex Right Harga Pasar Saham Tampa Hak Beli Saham
369 Marketable Securities Surat Berharga
370 Marketing Pemasaran
371 Marketing Department Departemen Pemasaran
372 Marketing Expense Biaya Pemasaran
373 Markup Cancellation Pembatalan Kenaikan Harga
374 Matching Cost With Revenue Penetapan Pendapatan Dan Biaya
375 Material Bahan Baku
376 Material Account Perkiraan Bahan Baku
377 Material In Control Pengendalian Bahan Baku
378 Material In Process Bahan Baku Dalam Proses
379 Material Ledger Buku Besar Bahan Baku
380 Material Ledger Card Kartu Bahan Baku
381 Material Mix Variance Selisih Komposisi Bahan
382 Material Price Variance Penyimpangan Harga Bahan Baku
383 Material Usage Prince Variance Sesilsih Harga Pemakainan Bahan
384 Material Yield Variance Selisih Hasil Bahan
385 Material Requisition Permintaan Bahan Baku
386 Medical Expense Biaya Pengobatan
387 Merchandise Inventory Persediaan Barang Dagangan
388 Merchandise Inventory Turnover Perputaran Persedian Barang Dagangan
389 Merchandise Shipment On Consigment Pengiriman Barang Konsinyasi
390 Merchandise Company Perusahaan Dagang
391 Mixed Account Rekening Campuran
392 Mixed Opinion Pendapat Campuran
393 Mortgage Bond Obligasi Hipotik
394 Mortgage Payable Hutang Hipotik
395 Moving Average Rata Rata Bergerak
396 National Association Of Accounting Asosiasi Akuntan Nasional
397 Natural Bussiness Year Tahun Bisnis Alami
398 Negative Assurance Jaminan Negatif
399 Net Asset Aktifa Bersih
400 Net Earning Pendapatan Bersih
401 Net Income Keuntungan Bersih
402 Net Income After Tax Keuntungan Bersih Setelah Pajak
403 Net Loss Kerugian Bersih
404 Net Profit Laba Bersih
405 Net Purchase Pembelian Bersih
406 Net Realizable Value Nilai Bersih Yang Dapat Direalisasikan
407 Net Sales Penjualan Bersih
408 Net Worth Kekayaan Bersih
409 Nominal Accounts Perkiraan Nominal
410 Nominal Value Nilai Nominal
411 Normal Balance Saldo Normal
412 Not Sufficient Fund Dana Tidak Mencukupi
413 Note Payable Wesel Bayar
414 Note Receivable Wesel Tagih
415 Note Of Financial Statement Catatan Atas Laporan Keuangan
416 Notice Of Employment Surat Perjanjian Kerja.
417 Observation Of  Inventory Pengamatan Persediaan
418 Observation Of  Inventory Taking Pengamatan Perhitungan Persediaan
419 Occupancy Cost Biaya Pendiaman Atau Penetapan
420 Office Equipment Peralatan Kantor
421 Office Salaries Expense Biaya Gaji Bagian Kantor
422 Office Supplies Perlengkapan Kantor
423 Office Supplies Expense Biaya Perlengkapan Kantor
424 One Time Voucher Procedure Prosedur Pembuatan Voucher Sekaligus
425 One Write System Sistem Sekali Tulis
426 Open Item Statement Surat Pernyataan Elemen-Elemen Terbuka
427 Operating Assets Akifa Atau Modal Oprasi
428 Operating Expense Biaya Usaha
429 Operating Sales Budget Anggaran Operasional Penjualan
430 Operating Transaction Transaksi Operasional
431 Opinion Pendapat
432 Opportunity Cost Biaya Kesempatan
433 Ordering Cost Biaya Pesanan
434 Ordinary Repair Reperasi Luar Biasa
435 Organization Chart Stuktur Ogranisasi
436 Other General Expense Biaya Umum Lainya
437 Other Longterm Liabilities Hutang Jangka Panjang Lainnya
438 Out Of Pocket Cost Biaya Kantong Sendiri
439 Out Tax Pajak Keluaran
440 Outlay Pengeluaran
441 Outstanding Check Cek Beredar
442 Outstanding Stock Saham Yang Beredar
443 Over Time Lembur
444 Over All Cost Of Capital Biaya Penggunan Modal Rata-Rata
445 Over Applied Factory Overhead Kelebihan Aplikasi Overhead Pabrik
446 Over Draft Kelebihan Penarikan
447 Over Stated Terlalu Tinggi
448 Owners Equity Modal Pemilik
449 Onnership Right Hak Pemilik Perusahan
450 Partner In Charge Partner Utama
451 Partnership Persekutuan
452 Payable Hutang
453 Payable To Defaulting Sub Souder Hutang Kepada Pemesanan Saham
454 Payment Pembayaran
455 Percentage Depletion Deplesi Persentase
456 Perferred Stock Holder Pemegang Saham Istimewa
457 Performence Report Laporan Pelaksanaan
458 Premium Agio
459 Premium Of Prepered Stock Agio Saham Preferen
460 Premium On Bonds Payable Agio Olbigasi
461 Premium On Stock Agio Saham
462 Prepaid Advertising Iklan Dibayar Dimuka
463 Prepaid Expense Biaya Dibayar Dimuka
464 Prepaid Insurance Asuransi Dibayar Dimuka
465 Prepaid Transportation Transportation Sewa Dibayar Dimuka
466 Prepayment Pembayaran Dimuka
467 Price Index Indek Harga
468 Primary Working Capital Modal Kerja Primer
469 Process Cost Biaya Proses
470 Profssional Fess Pendapatan Profesional
471 Profit Laba
472 Proforma Proyeksi
473 Progress Billing To Costomer Harga Kontrak Yang Difakturkan
474 Property Kekayaan
475 Property Tax Pajak Kekayaan
476 Purchase Pembelian
477 Purchase Discount Potongan Pembelian
478 Purchase Invoice Faktur Pembelian
479 Purchase Journal Buku Harian Pembelian
480 Purchase Method Metode Pembelian
481 Purchase Order Pesanan Pembelian
482 Purchase Requistion Permintaan Pembelian
483 Qualified Opinion Pendapat Wajar Tanpa Syarat
484 Quick Ratio Ratio Aktiva Tunai
585 R & D Cost Biaya Riset Dan Pengembangan
586 Rate Of Return Tingkat Pengembalian
587 Rate Of Return On Net Worth Rentabilitas Modal Sendiri
488 Ratio Analysist Analsa Ratio
489 Ratio Of Plant Asset To Long Term Liability Perbandingan Harga Tetap Dengan Hutang Jangka Panjang.
390 Raw Material Bahan Mentah
491 Raw Material Investory Persedianan Bahan Mentah
492 Raw Material Price Variance Penyimpangan Harga Bahan Mentah
493 Realized Gross Profit On Installment Sales Realiasai Laba Kotor
494 Re Arrangement Penyusunan Kembali
495 Receivable Piutang
496 Receivable Collection Budget Budget Pengumpulan Piutang
497 Receivable Trun Over Perputaran Piutang
498 Receivable Write Off Penghapusan Piutang
499 Receiving Account Laporan Penerimaan Barang
500 Reciprocal Account Perkiraan Berlawanan
501 Recovable From Insurance Companies Piutang Kepada Asuransi
502 Redemption Of  Bound Penghentian Obligasi
503 Redemption Value Nilai Penarikan
504 Refference Petunjuk
505 Registered Bonds Daftar Obligasi
506 Related Partty Transaction Transaksi Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Yang Istimewa
507 Sefety Stock Persediaan Bersih
508 Safe Harbor Rule Aturan Perlindungan
509 Saleries Allowance Tunjangan Gaji
510 Salary Expense Beban Gaji
511 Sale On Account Penjualan Kredit
512 Sales Penjualan
513 Sales Budget Anggran Penjualan
514 Sales Discount Potongan Penjualan
515 Sales Invoice Faktur Penjualan
516 Sales Journal Buku Harian Penjualan
517 Sales Mix Variance Selisih Komposisi
518 Sales Order Order Penjualan
519 Sales Return Retur Penjualan
520 Sales Salaries Expense Biaya Gaji Bagian Penjualan
521 Sale Salaries Payable Hutang Gaji Bagian Penjualan
522 Sales Tax Pajak Penjualan
523 Salvage Value Nilai Sisa
524 Sample Risk Contoh Resiko Penarikan
525 Schedule Of Account Payable Daftar Hutang
526 Schedule Of Account Receivable Daftar Piutang
527 Schedule Of Factory Overhead Daftar Overhead Pabrik
528 Scrap Value Nilai Barang Sisa
529 Seasonal Working Capital Modal Kerja Musiman
530 Secured Bond Obligasi Yang Dijamin
531 Selling Expense Biaya Penjualan
532 Semifixed Cost Biaya Semi Tetap
533 Separable Cost Biaya Tambahan
534 Separation Report Laporan Pemberhentian
535 Service Firm Perusahan Jasa
536 Set Up Cost Biaya Pesanan
537 Share Holder Pemegang Saham
538 Shipment On Installment Sales Pengiriman Barang Cicilan
539 Short Form Report Laporan Akuntansi Bentuk Pendek
540 Shut Down Point Titik Penutupan Usaha
541 Significant Penting Cukup Berarti
542 Simple Average Of Cost Metode Rata-Rata Sederhana
543 Single Bookkeeping Tata Buku Tunggal
544 Single Entery System Sistem Pembukuan Tunggal
545 Single Step Langkah Tunggal
546 Sinking Fund Dana Pelunasan / Dana Pembayaran
547 Slush Fund Dana Taktis
548 Social Benefit Manfaat Sosial
549 Sole Proprietorship Perusahaan Perseorangan
550 Sound Value Nilai Sehat
551 T Account Perkiraan Bentuk T
552 Tangible Asset Harta Berwujud
553 Tangible Fixed Asset Aktiva Tetap Berwujud
554 Tax Acoounting Akuntansi Perpajakan
555 Tax Deduction Pengurangan Pajak
556 Tax Invoice Faktur Pajak
557 Tax Return Statement Surat Pemberitahuan Pajak
558 Taxable Firm Pengusaha Kena Pajak
559 Taxable Income Pendapatan Kena Pajak
560 Taxes Expense Biaya Pajak
561 Taxes Holiday Pembebasan Pajak
562 Taxes Payable Hutang Pajak
563 Taxes Rate Tarif Pajak
564 Taxes Return Pajak Yang Dikembalikan
565 Temporary Investment Investasi Sementara
566 Temporary Proprietorship Perkiraan Pemilikan Sementara
567 Tender Offer Penawaran Dagang
568 Term Compliance Uji Ketaatan
569 The Old & New Balance Proof Pengecekan Saldo Awal Dan Akhir
570 Theoritical Capacity Kapasitas Secara Teoritis
571 Three Variance Method Metode Tiga Penyimpangan
572 Tickmarks Tanda Pemeriksaan
573 Time Value Of Money Nilai Waktu Dari Pada Uang
574 Timing Diffrence Perbedaan Waktu
575 To Compare Membandingkan
576 To Trace Menelusuri
577 Total Asset Turn Over Perputaran Total Harta
578 Total Asset To Debts Ratio Ratio Aktifa Terhadap Utang
579 Tracks Taksiran
580 Trade Discounts Potongan Perdagangan
581 Trande In Tukar Tambah
582 Trade Mark Merk Dagang
583 Traveling Expense Biaya Perjalanan
584 Treasurer Pejabat Keuangan
585 Treasury Bill Surat Hutang Jangka Panjang
586 Treasury Departement Departemen Keuangan
587 Trent Analyst Analysa Pengembangan Dari Waktu Ke Waktu
588 Trial Balance Neraca Saldo
589 Trouble Debt Restructuring Penataan Kembali Utang Yang Macet
590 Trust Fund Dana Perwakilan
591 Turn Over Perputaran
592 Two Bin System Sistem Dua Bin
593 Two Collumn Account Perkiraan Dua Kolom
594 Two Collumn Journal Dua Kolom Jurnal
595 Two Variance Method Metode Dua Penyimpangan
596 Unadjusted Trial Balance Neraca Percobaan Yang Belum Disesuaikan
597 Unearned Income Sewa Diterima Dimuka
598 Uncertainties Ketidakpastian
599 Uncollectible Account Beban Penghapusan Puitang
600 Uncollectible Account Receivable Beban Penghapusan Piutang
601 Under Applied Overhead Overhead Yang Dibebankan Terlalu Rendah
602 Unearned Revenue Pendapatan Diterima Dimuka
603 Unemployment Tax Pajak Pengurangan
604 Unexpired Belum Kadaluwarsa
605 Unfavorable Variance Selisih Merugikan
606 Uniformity Keseragaman
607 Unissued Capital Stock Modal Saham Yang Belum Beredar
608 Unit Cost Harga Perunit
609 Unit Equivalent Unit Setara
610 Unit Of Output Depreciation Penyusutan Dengan Jumlah Unit Keluaran
611 Unit Product Cost Biaya Unit Produksi
612 Unit Profit Graph Grafik Laba Perunit
613 Unit Still In Process Unit Dalam Proses
614 Unlimited Liabilities Kewajiban Tak Terbatas
615 Unqualied Opinion Pendapatan Wajar
616 Unvoidable Cost Biaya Yang Terhindarkan
617 Useful Life Masa Penggunaan
618 Valuation Account Perkiraan Pernilaian
619 Value Nilai
620 Value Added Nilai Tambah
621 Value Added Tax Pajak Pertambahan Nilai
622 Value In Use Nilai Pengurangan
623 Variable Cost Biaya Variabel
624 Variable Cost Ratio Rasio Biaya Variabel
625 Variable Efficiency Variance Penyimpangan Effisiensi Biaya Variabel
626 Variance Analysist Analisa Selisih
627 Variance Analysist Report Laporan Analisa Penyimpangan
628 Verability Daya Uji
629 Vertical Analysist Analisa Vertical
630 Volume Variance Penyimpangan Dalam Isi
631 Vouching Biaya Upah
632 Voucher Register Pemeriksaan Dokumen Dasar
633 Voucher Dokumen
634 Voluntary Contribution Simpanan Sukarela
635 Working Capital Modal Kerja
636 Working In Process Barang Dalam Proses
637 Working In Process Inventory Persediaan Barang Dalam Proses
638 Wages Expense Pemeriksaan Dokumen Dasar
639 Wages Rate Biaya Upah
640 Wages And Taxes Statement Laporan Upah Dan Pajak
641 Working Paper For Consolidated Balance Sheet Neraca Lajur Untuk Neraca Konsolidasi
642 Weighted Average Metode Rata-Rata Terimbang
643 Weighted Average Method Metode Rata-Rata Terimbang
644 Working Sheet Neraca Lajur
645 Working Paper Kertas Kerja
646 Write Off Dihapuskan
647 Write Off Method Metode Penghapusan
648 Yield Metode Penghapusan
649 Yield Variance Penyimpangan Hasil
650 Zero Base Budgeting Penganggaran Atas Dasar Nol

Kamis, 25 September 2014

SISTEM PEREKONOMIAN



Nama      : Anindya Purnama Effendi
NPM        : 21213054
Kelas       : 1EB21
I.            Pendahuluan
Sistem ekonomi adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan bersama oleh suatu Negara atau Bangsa. Telah kita ketahui ada 3 macam sistem perekonomian yang digunakan di berbagai Negara di Dunia. Berbagai macam sistem ekonomi tersebut mempunyai kesamaan yaitu untuk mencapai tujuan akhir, untuk dapat memakmurkan masyarakat disuatu Negara tersebut agar masyarakat setempat dapat menikmati kekayaan, keadilan, kemakmuran dan kemerdekaan yang seutuhnya. Lalu sistem apakah yang digunakan oleh Indonesia? sudahkan Indonesia mencapai tujuan bersama?
II.            Isi
1.      Macam-macam Sistem Ekonomi

o     Sistem Ekonomi Terpusat/ Komando (Sosialis)
Sistem Ekonomi Terpusat atau Sosialis adalah  Sistem ekonomi dimana pemerintah memegang peranan yang paling penting dalam pengaturan kegianan ekonomi. Kelebihan dari sistem ini adalah kemakmuran masyarakat merata dan perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan namun ada beberapa kelemahan didalam sistem perekonomian terpusat ini yaitu pemerintah lebih bersikap Paternalis (peratuan yang telah diterapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi), keterbatasan masyarakat untuk memilih pekerjaan, memilih barang konsumsi yang mereka kehendaki, dan adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah. Contoh beberapa Negara yang menerapkan sistem ini yaitu RRC dan Negara-negara Eropa timur seperti Uni Soviet.
o    Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem Ekonomi Liberal atau Kapitalis adalah sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melakukan tindakan ekonomi. Kelebihan Sistem Ekonomi ini yaitu adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha namun sistem ini juga mempunyai kelemahan yaitu kemakmuran masyarakat kurang merata sehingga terjadi kesenjangan sosial, kemakmuran masyarakat tidak merata sehingga banyak masyarakat yang masih hidup digaris kemiskinan.
o     Sistem Ekonomi Campuran
Sistem Ekonomi Campuran adalah sistem ekonomi campuran dari Sistem Ekonomi Terpusar (Sosialis) dengan Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis) yaitu dimana sistem ini pemerintah memberi kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi pemerintah juga ikut campur tangan dalam perekonomian yang bertujuan menghindari penguasaan secara secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya alam.

2.       Sistem Ekonomi yang digunakan di Indonesia
Di dunia terdapat tiga jenis sistem ekonomi seperti yang telah kita bahas diatas . Lalu sistem ekonomi apakah yang digunakan oleh Indonesia?
Dari dua sistem ekonomi (Sosialis dan kapitalis) yang telah dibahas diatas maka secara konsep dan teori Negara kita lebih terpenting para penguasa, tidak mau dikatakan menggunakan dua sistem ekonomi tersebut.. Mereka lebih memilih Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila dan UUD 1945 lebih tepatnya pasal 33.
Dalam konsep Pancasila adalah untuk mengutamakan rakyat demi mencapai kesejahteraan mereka. Segala sumber daya alam akan dikelola semaksimal mungkin untuk kemudian dikembalikan ke masyarakat demi mencapai kesejahteraan, namun nyatanya tidak. Konsep ini hanyalah sekedar teori yang ada didalam buku sedangkan yang diterapkan didalam sistem ekonomi di Indonesia sesungguhnya adalah Sistem Ekonomi Kapitalis/Liberal. Sumber daya alam yang seharusnya dikelola oleh Negara untuk kemudian dipakai untuk mensejahterakan rakyat malah diberikan hak bagian pengelolaannya kepada pihak asing dan Indonesia tidak mendapatkan bagian yang bernilai. Keuntungan terbesar diberikan kepada perusahaan itu sendiri dan pemerintah sendiri disuap untuk mau melakukan hal ini.
Ini lah bagaimana penerapan realistis dari sistem ekonomi uang diterapkan di Indonesia yaitu sistem ekonomi yang tidak berpihak oleh rakyat.
III.              Penutup
Kesimpulan :
Dari pengertian diatas kita sudah mengetahui apa tujuan dari masing-masing sistem ekonomi. Seperti halnya Indonesia yang juga mempunyai sistem ekonomi Pancasila yaitu sistem ekonomi yang mengutamakan kesejahteraan rakyat, namun sistem ini belum terealisasikan dengan baik. Masih banyak rakyat miskin yang hidup di Indonesia, masih banyak anak-anak yang belum bisa bersekolah, masih banyak rakyat yang menyantap nasi hanya sekali sehari atau bahkan tidak sama sekali sedangkan banyak pula petinggi-petinggi yang hidup dengan kemewahan. Lalu apakah sistem ekonomi pancasila ini sudah terwujud? Tentu saja tidak, Pemerintah harus dapat memperbaiki Sistem Ekonomi dengan cara tidak mempercayakan Sumber daya alam kepada pihak asing sehingga keuntungan terbesar jatuh kepada pihak asing, pemerintah harus bisa memberikan kesempatan kepada rakyatnya sendiri untuk mengelolanya sehingga mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia dan menambah pendapatan perkapita setiap kepala keluarga.
IV.             Daftar pustaka