ANINDYA PURNAMA EFFENDI
21213054
3EB24
A.
Pengertian
Bibliografi
Bibliografi
adalah sebuah daftar pustaka yang mencangkup isi dan deskripsi sebuah buku, hal
tersebut meliputi, judul, pengarang, edisi, cetakan, kota penerbit, nama
penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku dan ISBN. Kata
bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti
buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah
berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis
membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah
diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut
aturan
yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui
adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan
B.
Fungsi
Bibliografi
Fungsi sebuah bibliografi hendaknya secara tegas dibedakan
dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk
menunjuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks.
Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat. dimana pembaca
dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu. Dalam hal ini selain pengarang,
judul buku dan sebagainya. harus dicantumkan pula nomor halaman di mana
pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah bibliografi
memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara
keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya
tumpang-tindih satu sama lain. Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dan
segi lain. yaitu ía berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki.
Mengapa bibliografi itu dapat pula dilihat sebagai pelcngkap? Karena bila
seorang pembaca iugin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat
pada catatan kaki. maka ia dapat mencarinya dalam bibliografi. Dalam
bibliografi dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku
atau majalah itu.
C.
Tujuan Bibliografi
Mendaftar/menyusun informasi mengenai
buku serta bahan pustaka yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat. Untuk
membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah bahan pustaka atau mengenali
sebuah buku yang populer. Bagi peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah
ditulis, memperoleh informasi yang actual, menghindarkan duplikasi penelitian. Sebagai
sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll). Sarana untuk
mengetahui perkembangan buku. Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarang,
subjek, tempat.
D.
Jenis-jenis
Bibliografi
Jenis
bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung
pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal
dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut
dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan
judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi. Dari
segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
1. Bibliogrfi
deskriptif
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat
yang didapat dari gambaran fisik
yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul
artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak
yang tertulis.
yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul
artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak
yang tertulis.
2. Bibliografi
evaluative
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi
tentang suatu bahan pustaka.
Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau
artikel.
Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau
artikel.
E.
Unsur-unsur
Bibliografi dan contoh penulisannya
a)
Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b)
Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c)
Data Publikasi: penerbit, tempat terbit,
tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d)
Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul
artikel yang bersangkutan, nama majalah,
atau surat kabar, tanggal dan tahun.
atau surat kabar, tanggal dan tahun.
F.
Cakupan
Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
·
Bibliografi retrospektif Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan
pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Misalnya “Bibliografi
sejarah perang Dipenogoro”
·
Bibliografi terkini/current Yaitu jenis bibliografi
yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya
Ulrich’s International Periodicals Directory.
·
Bibliograf selektif Yaitu jenis bibliografi yang
mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan
terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
·
Bibliografi subjek Yaitu jenis bibliografi yang
mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu.
Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.
·
Biliografi nasional Yaitu jenis bibliografi yang
mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya
“Bibliografi Nasional Indonesia”.
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan
berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain :
• Permintaan pengguna
• Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
• Dokumentasi koleksi yang dimiliki
• Mandat instansi
• Permintaan pengguna
• Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
• Dokumentasi koleksi yang dimiliki
• Mandat instansi
G.
Bagian-bagian
Bibliografi
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
-
Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan
dideskripsikan
-
Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau
pengarang badan
korporasi
korporasi
-
Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau
judul buku dimana informasi
tersebut berada.
tersebut berada.
-
Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota
terbit, nama terbit, dan tahun
terbit
terbit
-
Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman
lokasi artikel ditemukan.
-
Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak
-
Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan,
kode call number,
perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya
perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya
H.
Penyusunan
Bibliografi
a)
Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan
abjad.
b)
Jika tidak ada nama pengarang, judul buku
atau artikel yang dimasukkan dalam urutan
abjad.
abjad.
c)
Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih
dari satu bahan refrensi, untuk refrensi
kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan
garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan
garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d)
Jarak antara baris dengan baris untuk satu
refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak
antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e)
Baris pertama dimulai dari margin kiri.
Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok
harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
Sumber :