ANINDYA PURNAMA EFFENDI
21213054
3EB24
1.
PENGERTIAN PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak
dari pengamatan indera
(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi–proposisi
yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar,
orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
Proses inilah yang disebut menalar.
2.
Proporsi
Proposisi
adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti
suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya.
Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.
Dalam ilmu
logika, proposisi mempunyai tiga unsur yakni:
Contohnya
kalimat Semua manusia adalah fana. Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan dengan pembilang. Kemudian
kata manusia berkedudukan
sebagai subyek, sedang adalah
merupakan kopula. Adapun predikat di sini diwakili oleh kata fana.
3. Inferensi dan Implikasi
a. Definisi inferensi
Inferensi adalah tindakan atau proses yang
berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar.
Kesimpulan yang ditarik juga disebut sebagai idiomatik. Hukum valid inference
dipelajari dalam bidang logika.
Inferensi manusia (yaitu bagaimana
manusia menarik kesimpulan) secara tradisional dipelajari dalam bidang psikologi kognitif ; kecerdasan buatan para peneliti mengembangkan
sistem inferensi otomatis untuk meniru inferensi manusia. inferensi statistik memungkinkan untuk kesimpulan
dari data kuantitatif.
Proses di mana kesimpulan
disimpulkan dari pengamatan beberapa disebut penalaran induktif. Kesimpulannya mungkin benar atau
salah, atau benar dalam tingkat tertentu akurasi, atau yang benar dalam situasi
tertentu. Kesimpulan disimpulkan dari pengamatan beberapa dapat diuji oleh
pengamatan tambahan.
Definisi ini diperdebatkan (karena
kurangnya kejelasan Ref:. Oxford kamus bahasa Inggris: “induksi … 3 Logika
kesimpulan dari suatu hukum umum dari contoh-contoh tertentu..”) Definisi yang
diberikan sehingga hanya berlaku ketika “kesimpulan” adalah umum.
1. Sebuah kesimpulan yang dicapai pada dasar bukti dan
penalaran.
2. Proses mencapai kesimpulan seperti: “ketertiban,
kesehatan, dan dengan kebersihan inferensi”.
Contoh inferensi
Inkoherensi:
tidak ada definisi inferensi deduktif telah ditawarkan. definisi yang
ditawarkan adalah untuk inferensi INDUKTIF. Filsuf Yunani didefinisikan sejumlah silogisme , bagian tiga kesimpulan yang
benar, yang dapat digunakan sebagai blok bangunan untuk penalaran yang lebih
kompleks. Kita mulai dengan yang paling terkenal dari mereka semua:
·
Semua
manusia fana
·
Socrates
adalah seorang pria
Oleh karena itu, Sokrates adalah
fana.
Pembaca
dapat memeriksa bahwa tempat dan kesimpulan yang benar, tetapi Logika berkaitan
dengan inferensi: apakah kebenaran kesimpulan mengikuti dari yang tempat?
Validitas kesimpulan tergantung pada bentuk kesimpulan. Artinya, kata “berlaku” tidak mengacu pada kebenaran atau kesimpulan tempat, melainkan dengan bentuk kesimpulan. Inferensi dapat berlaku bahkan jika bagian yang palsu, dan dapat tidak valid bahkan jika bagian-bagian yang benar. Tapi bentuk yang valid dengan premis-premis yang benar akan selalu memiliki kesimpulan yang benar. Sebagai contoh, perhatikan bentuk berikut symbological trek:
Validitas kesimpulan tergantung pada bentuk kesimpulan. Artinya, kata “berlaku” tidak mengacu pada kebenaran atau kesimpulan tempat, melainkan dengan bentuk kesimpulan. Inferensi dapat berlaku bahkan jika bagian yang palsu, dan dapat tidak valid bahkan jika bagian-bagian yang benar. Tapi bentuk yang valid dengan premis-premis yang benar akan selalu memiliki kesimpulan yang benar. Sebagai contoh, perhatikan bentuk berikut symbological trek:
·
Semua
apel biru.
·
Pisang
adalah apel.
Oleh karena itu, pisang berwarna
biru.
b.
Definisi implikasi
Pada dasarnya implikasi bisa kita definisikan sebagai akibat
langsung atau konsekuensi atas temuan hasil suatu penelitian. Akan tetapi
secara bahasa memiliki arti sesuatu yang telah tersimpul di dalamnya. Di dalam
konteks penelitian sendiri, implikasi bisa di lihat. Apabila dalam sebuah
penelitian kita mempunyai kesimpulan misalnya "A", "Manusia itu
bernafas". Maka "Manusia itu bernafas" yang kita sebut dengan
implikasi penelitian. Untuk contohnya, dalam hasil penelitian kita menemukan
bahwa siswa yang di ajar dengan metode "A" lebih kreatif serta
memiliki skill yang lebih baik.
Dengan demikian dengan menggunakan metode belajar
"A" kita bisa mengharapkan siswa menjadi lebih kreatif dan juga
memiliki skill yang baik. Setelah itu perlu juga untuk dihubungkan dengan
konteks penelitian yang telah kita bangun. Contohnya, sampelnya kelas berapa?
seperti apa karakteristik sekolah? ada berapa sampel? dan lain-lainnya. Nah,
memang sudah seharusnya implikasi penelitian di lakukan secara spesifik
layaknya karakteristik di atas.
4. Pengertian
Wujud Evidensi
Adalah
semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu.
Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk
memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris. Akan
tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun
petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan.
Kita
mungkin mengartikannya sebagai "cara bagaimana kenyataan hadir" atau
perwujudan dari ada bagi akal". Misal Mr.A mengatakan "Dengan pasti
ada 301.614 ikan di bengawan solo", apa komentar kita ? Tentu saja kita
tidak hanya mengangguk dan mengatakan "fakta yang menarik". Kita akan
mengernyitkan dahi terhadap keberanian orang itu untuk berkata demikian.
Tentu
saja reaksi kita tidak dapat dilukiskan sebagai "kepastian", Tentu
saja kemungkinan untuk benar tidak dapat di kesampingkan, bahwa dugaan ngawur
atau ngasal telah menyatakan jumlah yang persis. Tetapi tidak terlalu sulit bagi
kita untuk menangguhkan persetujuan kita mengapa ? Karena evidensi memadai
untuk menjamin persetujuan jelaslah tidak ada. Kenyataannya tidak ada dalam
persetujuan terhadap pernyataan tersebut.
Sebaliknya,
kalau seorang mengatakan mengenai ruang di mana saya duduk, "Ada tiga
jendela di dalam ruang ini," persetujuan atau ketidak setujuan saya segera
jelas. Dalam hal ini evidensi yang menjamin persetujuan saya dengan mudah
didapatkan.
Dalam
wujud yang paling rendah. Evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di
maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang di peroleh dari
suatu sumber tertentu.
5.
Cara menguji data
Data
dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena
itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan
yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa
cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
·
Observasi
·
Kesaksian
·
Autoritas
6.
Cara menilai autoritas
Seorang
penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari
tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan
pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian
atau data eksperimental.
·
Tidak
mengandung prasangka
·
Pengalaman
dan pendidikan autoritas
·
Kemashuran
dan prestise
·
Koherensi
dengan kemajuan
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar