Minggu, 16 Oktober 2016
Indonesia Audit Watch Desak BPK RI Segera Bersikap atas Dugaan Kasus Korupsi Bank Sumut
Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Ginting
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penyidikan kasus dugaan korupsi Bank Sumut yang menuai kontroversi, terus menjadi sorotan Indonesia Audit Watch (IAW) yang sejak awal terus melancarkan kritikan.
Sebagai upaya untuk mengembalikan proses penegakan hukum dalam koridornya, Rabu (12/10), IAW resmi melayangkan surat ke Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) berisi desakan terhadap lembaga audit negara tersebut.
IAW meminta BPK RI segera bersikap atas perilaku aparat penyidik kejaksaan dalam mentersangkakan seseorang terkait audit investigatif terhadap penghitungan merugian uang negara oleh BPK RI atau seminimal-minimalnya pengawasan dari institusi pemerintah.
"Dalam surat bernomor 17/IAW/PP/X/16, kami merasa semakin tidak bisa memahami mental model aparat Kejaksaan yang kerap mentersangkakan seseorang atau beberapa orang dengan alasan telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi hanya dengan dalih menghitung sendiri kerugian negara menggunakan jasa penghitungan dari kantor Akuntan publik (KAP)" tandas Junisab Akbar, pendiri sekaligus Ketua IAW sesuai rilis yang diterima tribun medan, Kamis (12/10/2016)
Didampingi sekretaris IAW Iskandar Sitorus, Junisab mengatakan, jikalau merujuk pada UU BPK dan Keuangan Negara, maka peran terdepan untuk menjadi auditor terkait hal di atas menjadi fungsi BPK RI.
"Jikapun karena sesuatu hal proses penghitungan belum dilakukan BPK, maka kebiasaan yang berjalan adalah terminimal dilakukan oleh BPKP, kecuali terhadap permintaan penghitungan kerugian negara dari KPK yang bisa tanpa keduanya setelah putusan MK tahun 2012" ungkapnya.
Tetapi patut untuk diketahui, lanjutnya bahwa dalam putusan MK itu yang dimaksud selain BPK RI dan BPKP tidak juga disebut secara tegas penggantinya adalah KAP. Jadi, tidak ada penegasan bahwa KAP bisa secara otomatis digunakan jika yang menyidik kerugian negara adalah KPK. Apalagi jika penyidiknya Kejaksaan, tentu tidak bisa lebih semena-mena memakai jasa KAP.
"Di Sumatera Utara, seperti ada gejala memarakkan penggunaan jasa audit investigatif yang dilakukan Kejaksaan menggunakan KAP, seperti contoh lampiran yang kami sampaikan," sesalnya.
Bersama surat yang kami layangkan ini, kepada Ketua dan para Anggota BPK kami hendak bertanya, dapatkah fungsi KAP yang salah satu ukuran profesionalitasnya adalah berbayar itu, bisa menggantikan peran auditor negara?" tanyanya menelisik.
Jikalau dapat, sambung Junisab, mengapa tidak sekaligus saja peran penyidik bisa digantikan oleh profesi hukum swasta lainnya dalam memproses penyidikan sekaligus penuntutan dugaan tindak pidana kerugian negara?
"Perilaku Kejaksaan seperti di Sumut itu menurut kami harus segera disikapi dengan tegas oleh BPK RI. Selain demi kepastian hukum, tentu juga untuk menjaga martabat auditor negara. Jangan sampai peran negara seperti dibajak oleh swasta dengan menggunakan institusi pemerintah," katanya.
BPK RI seperti lembaga negara lainnya, jelas mantan anggota DPR RI ini, tentu memiliki tanggung jawab untuk menegakkan konstitusi dan aturan perundangan. Penegakan itu juga berguna dalam menegakkan rasa keadilan.
"Maka kami mendesak BPK RI untuk segera mengambil keputusan dan atau apapun namanya sesuai perundangan, agar perilaku seperti itu tidak bersifat massif dikemudian hari. Kecuali BPK RI sudah tidak perduli lagi terhadap keberadaan auditor negara" katanya.
Junisab juga berharap semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, publik bisa melihat keputusan yang bisa mengatasi penyimpangan perilaku tersebut.
"Permasalahan ini juga kita tembuskan ke Presiden Republik Indonesia, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI dan Ketua Mahkamah Agung RI," pungkasnya.
(*/wes/tribun-medan.com)
Hobby Ku
Hai, nama saya Anindya Purnama Effendi biasa dipanggil Anin. Saya Mahasiswa Fakultas Ekonomi semester 7 di Universitas Gunadarma. Hobby saya adalah olahraga. Saya sangat suka Olahraga terutama Olahraga Bulutangkis. Sejak dibangku SMP saya sudah diikutan club Bulutangkis didekat rumah. kemudian sampai di bangku kuliah pun saya mengikuti UKM Bulutangkis di Universitas Gunadarma pada semester 1 dan 2. Ditempat itu lah saya bisa berlatih dan mengembangkan kemampuan saya.
Karena hobby saya ini lah yang membuat saya di percaya sebagai anggota bidang Olahraga di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma. Alhamdulillah saya dan teman-teman BEM FE dapat membuat acara untuk bidang Olahraga yang tentunya meliputi lomba Futsal dan bulutangkis.
Selain Olahraga saya juga suka menghitung, entah kenapa saya senang sekali menghitung, dan hingga akhirnya saya masuk SMK dan kuliah pun di jurusan Akuntansi. ya karena suka menghitung itu. karena saya suka menghitung sampai akhirnya saya di percaya kembali menjadi bendahara. Ngga cuma bendahara kelas bendahara organisasi pun juga. saya bersyukur dengan hobby saya ini. semoga suatu saat nanti karena hobby saya ini dapat membawa saya ke dunia kerja yang saya inginkan..
terimakasih ini lah hobby saya :)
Selasa, 05 Januari 2016
BIBLIOGRAFI
ANINDYA PURNAMA EFFENDI
21213054
3EB24
A.
Pengertian
Bibliografi
Bibliografi
adalah sebuah daftar pustaka yang mencangkup isi dan deskripsi sebuah buku, hal
tersebut meliputi, judul, pengarang, edisi, cetakan, kota penerbit, nama
penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku dan ISBN. Kata
bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti
buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah
berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis
membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah
diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut
aturan
yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui
adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan
B.
Fungsi
Bibliografi
Fungsi sebuah bibliografi hendaknya secara tegas dibedakan
dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk
menunjuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks.
Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat. dimana pembaca
dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu. Dalam hal ini selain pengarang,
judul buku dan sebagainya. harus dicantumkan pula nomor halaman di mana
pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah bibliografi
memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara
keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya
tumpang-tindih satu sama lain. Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dan
segi lain. yaitu Ãa berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki.
Mengapa bibliografi itu dapat pula dilihat sebagai pelcngkap? Karena bila
seorang pembaca iugin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat
pada catatan kaki. maka ia dapat mencarinya dalam bibliografi. Dalam
bibliografi dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku
atau majalah itu.
C.
Tujuan Bibliografi
Mendaftar/menyusun informasi mengenai
buku serta bahan pustaka yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat. Untuk
membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah bahan pustaka atau mengenali
sebuah buku yang populer. Bagi peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah
ditulis, memperoleh informasi yang actual, menghindarkan duplikasi penelitian. Sebagai
sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll). Sarana untuk
mengetahui perkembangan buku. Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarang,
subjek, tempat.
D.
Jenis-jenis
Bibliografi
Jenis
bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung
pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal
dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut
dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan
judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi. Dari
segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
1. Bibliogrfi
deskriptif
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat
yang didapat dari gambaran fisik
yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul
artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak
yang tertulis.
yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul
artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak
yang tertulis.
2. Bibliografi
evaluative
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi
tentang suatu bahan pustaka.
Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau
artikel.
Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau
artikel.
E.
Unsur-unsur
Bibliografi dan contoh penulisannya
a)
Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b)
Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c)
Data Publikasi: penerbit, tempat terbit,
tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d)
Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul
artikel yang bersangkutan, nama majalah,
atau surat kabar, tanggal dan tahun.
atau surat kabar, tanggal dan tahun.
F.
Cakupan
Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
·
Bibliografi retrospektif Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan
pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Misalnya “Bibliografi
sejarah perang Dipenogoro”
·
Bibliografi terkini/current Yaitu jenis bibliografi
yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya
Ulrich’s International Periodicals Directory.
·
Bibliograf selektif Yaitu jenis bibliografi yang
mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan
terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
·
Bibliografi subjek Yaitu jenis bibliografi yang
mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu.
Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.
·
Biliografi nasional Yaitu jenis bibliografi yang
mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya
“Bibliografi Nasional Indonesia”.
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan
berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain :
• Permintaan pengguna
• Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
• Dokumentasi koleksi yang dimiliki
• Mandat instansi
• Permintaan pengguna
• Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
• Dokumentasi koleksi yang dimiliki
• Mandat instansi
G.
Bagian-bagian
Bibliografi
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
-
Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan
dideskripsikan
-
Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau
pengarang badan
korporasi
korporasi
-
Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau
judul buku dimana informasi
tersebut berada.
tersebut berada.
-
Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota
terbit, nama terbit, dan tahun
terbit
terbit
-
Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman
lokasi artikel ditemukan.
-
Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak
-
Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan,
kode call number,
perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya
perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya
H.
Penyusunan
Bibliografi
a)
Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan
abjad.
b)
Jika tidak ada nama pengarang, judul buku
atau artikel yang dimasukkan dalam urutan
abjad.
abjad.
c)
Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih
dari satu bahan refrensi, untuk refrensi
kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan
garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan
garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d)
Jarak antara baris dengan baris untuk satu
refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak
antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e)
Baris pertama dimulai dari margin kiri.
Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok
harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
Sumber :
Rabu, 18 November 2015
Bisnis Online
ANINDYA PURNAMA EFFENDI
21213054
3EB24
Peluang usaha
terdiri dari 2 kata yaitu “peluang” dan “usaha”. Peluang dalam bahasa Inggris
Opportunity yang artinya kesempatan sedangkan usaha mengartikan daya untuk
mendapatkan yang di inginkan, peluang usaha berarti kesempatan yang dapat di
manfaatkan seseorang untuk mendapatkan apa yang di inginkan
Bisnis online
adalah suatu aktivitas bisnis jasa maupun produk yang di tawarkan melalui media
internet mulai dari negosiasi hingga kegiatan transaksi. Contoh bisnis online
yang saat ini pesat berkembang adalah tokopedia, Olx.com, berniaga.com dan
sebagainya.
Cara berbisnis online
1.
Menjual produk orang lain (reseller/dropship)
Reseller adalah
menjual kembali suatu produk yang dilakukan penjual setelah penjual tersebut
membelinya. Salah satu keuntungan reseller adalah tidak perlu untuk mencari
barang-barang tertentu tetapi sudah ada yang menyediakan.
Toko online
bersedia menyediakan barang dan bersedia mengirimkan barang pembeli dimana
dalam kemasan tersebut nama toko online kita yang jadi pengirimnya. Contoh
bisnis online seperti yang ada di instagram sepatu, baju, hijab dan sebagainya
2.
Membuka jasa didalam bidang tertentu
Contoh bisnis
ini adalah SEO (seach engine optimization)
SEO adalah suatu
teknik untuk memaksimalkan suatu website agar lebih di kenal atau lebih mudah
dibaca oleh sheach engine.
3.
Bisnis online MLM
MLM adalah bisnis
yang menawarkan kesempatan lebih baru untuk mendapatkan banyak uang
dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaannya.
sumber :
sumber :
https://www.idjoel.com/pengertian-peluang-usaha/
http://seribupeluang.blogspot.com/2015/03/10-contoh-peluang-usaha-bisnis-online.html
Langganan:
Postingan (Atom)