Nama :
Anindya Purnama Effendi
Npm :
21213054
Kelas : 4EB24
- Jepang
Pembukuan
dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh
domenstik dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki
tanggung jawab regulasi akuntansi, dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi
dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan Jepang. Pada setengah awal abad
ke-20, pemikiran akuntansi merupakan refleksi adanya pengaruh Jerman; sisa abad
selanjutnya adalah pemikiran AS. Kini, efek Internasional Accounting Standards
Board telah terasa, dan pada 2001 terjadi perubahan besar dengan adanya
pembentukan organisasi pengaturan standarisasi akuntansi sektor swasta.
Jepang
merupakan Negara yang masyarakatnya masih memegang kuat agama dan budaya.
Kesadaran dan saling ketergantungan antar-pribadi dan keterhubungan dengan
perusahaan berbanding terbalik dengan kemandirian dan hubungan singkat
antar-individu dan grub di Negara barat. Keterhubungan daerah investasi
industry konglomerat raksasa ini disebut kieretsu.
Bentuk
bisnis kieretsu telah ditranformasi
saat Jepang mengambil alih perbaikan structural untuk menggerakkan stagnasi
ekonomi yang dimulai pada tahun 1990-an. Krisis keuangan yang mengikuti
“pergerakan ekonomi” Jepang juga disebabkan oleh review standarisasi laporan keuangan Jepang. Menjadi jelas bahwa
banyak praktisi akuntansi menyembunyikan kekurangan perusahaan Jepang.
Regulasi dan
Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi
akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (company law), undang-undang pertukaran
dan sekuritas (securities and exchange
law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law).
Proteksi
pemegang saham dan kreditor merupakan prinsip dasar, dengan kepercayaan yang
tinggi pada patokan harga perolehan. Pengungkapan pada kelayakan kredit dan
kemungkinan untuk mendapatkan untung karena distribusi dividen menjadi hal yang
diutamakan. Semua perusahaan yang didirikan berdasarkan undang-undang
perusahaan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan akuntansi.
Kepemilikan
perusahaan publik harus memenuhi persyaratan lanjutan dan undang-undang
pertukaran dan sekuritas (SEL), yang diatur oleh Financial Services Agency
(FSA). SEL tersebut dibentuk setelah Securities Acts AS dan menitikberatkan
pada Jepang melalui Amerika Serikat selama AS bekerja pada Perang Dunia II.
Tujuan utama SEL adalah untuk menyediakan informasi bagi pembuatan keputusan
investasi.
Hingga
kini, terdapat lembaga penasihat khusus terhadap FSA bertanggung jawab untuk
mengembangkan standarisasi pembukuan berdasarkan SEL. Lembaga tersebut adalah
Business Accounting Deliberation Council (BADC), sekarang menjadi Business
prinsip yang berlaku umum pembukuan yang diberikan di Jepang. Perubahan besar
tersebut muncul pada tahun 2001 dengan dibentuknya Accounting Standards Board
of Japan (ASBJ) dan berhubungan dengan yayasan Financial Accounting Standards
Foundation (FASF).
Laporan Keuangan
Perusahaan
yang bergabung dibawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan
laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat para pemegang saham,
yang isinya antara lain:
1)
Neraca
2)
Laporan laba rugi
3)
Laporan atas perubahan ekuitas pemegang
saham
4)
Laporan bisnis
5)
Jadwal terkait
Catatan
yang melengkapi neraca dan laporan laba rugi menggambarkan kebijakan akuntansi
dan menyediakan tambahan lain, seperti pada Negara-negara lain. Laporan bisnis
berisikan ringkasan sistem bisnis dan pengendalian intern mereka, serta
informasi mengenai operasional, posisi keuangan dan hasil operasional.
Informasi
tersebut disiapkan untuk satu tahun pada dasar induk perusahaan dan diaudit
oleh auditor yang berwenang. Undang-undang perusahaan tidak membutuhkan laporan
arus kas atau dana.
Patokan Akuntansi
Persediaan
yang ada harus dihitung apakah cocok dengan biaya atau lebih rendah atau nilai
keuntungan bersih. FIFO, LIFO, serta metode biaya rata-rata semuanya menerima
metode cost-flow (arus biaya), dengan
rata-rata yang paling popular. Investasi dalam saham dinilai pada harga pasar. Asset
tetap dinilai pada biaya dan didepresiasi yang berkenaan dengan hukum
perpajakan. Metode declining-balance
(saldo menurun) merupakan metode depresiasi yang paling umum. Asset bersih juga
diuji dengan penurunan nilai
Biaya
penelitian dan pengembangan juga dibebankan saat terjadinya. Kontrak sewa yang
memindahkan kepemilikan terhadap sewa dikapitalisasi. Sewa-menyewa keuangan
lainnya mungkin dikapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak
tangguhan dipersiapkan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunakan
metode kewajiban. Kerugian bersyarat dipersiapkan hingga terbuka kemungkinan
dan dapat diperkirakan. Keuntungan bagi para pensiunan dan pegawai yang
dihentikan diakui secara penuh karena pegawai berhak mendapatkannya, dan
obligasi tanpa dana terlihat seperti kewajiban.
- Cina
Cina
memiliki 1/4 populasi dunia, dan reformasi orientasi
pasarnya membantu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Pada akhir tahun
1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari program yang terpusat gaya
Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namum masih dalam kendali
partai komunis. Untuk meraih semua ini, mereka berpindah sistem kepemilikan
tanggung jawab dalam pertanian daripada kolektivisme kuno, meningkatkan
wewenang pejabat lokal dan manajer pabrik di industri, memperbolehkan perluasan
berbagai perusahaan skala kecil dalam bidang jaga dan manufaktur kecil, dan
menerapkan ekonomi terbuka untuk meningkatkan perdagangan dan penanaman modal
asing. Pada tahun 1993, kepemimpinan Cina menyetujui reformasi jangka panjang
lagi yang dimaksudkan supaya memberikan fleksibilitas yang lebih pada institusi
yang berorientasi pasar. Ciri-ciri penting mencakup pembagian system kepemilikan
saham, privatisasi dan pengembangan pertukaran saham terorganisir, dan
pendaftaran saham perusahaan Cina dalam bursa saham barat. Meskipun demikian,
perusahaan milik Negara masih mendominasi banyak kunci industri pada apa yang
orang Cina sebut “ekonomi pasar sosialis” yaitu ekonomi berencana dengan
adaptasi pasar.
Regulasi dan
Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang
akuntansi, terakhir kali diubah pada tahun 2000, mencakup semua perusahaan dan
organisasi, termasuk semua yang tidak dipegang atau diatur oleh Negara. Hal ini
menguraikan prinsip umum akuntansi dan penjelaskan peran pemerintah dan
berbagai hal yang diutuhkan dalam prosedur akuntansi. The state Council/Dewan pemerintahan juga mengeluarkan Aturan Pelaporan
dan Akuntansi keuangan Perusahaan (Financial
Accounting and Reporting Rules for Enterprises-FARR). Semua peraturan ini fokus
pada pembukuan, persiapan laporan keuangan, praktik pelaporan, dan akuntansi
keuangan lainnya dan berbagai hal tentang laporan keuangan. FARR diterapkan
bagi semua perusahaan besar daripada perusahaan kecil yang tidak mendapatkan
dana dari pihak luar.
Pada
tahun 1992, Departemen keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Bussines Enterprises (ASBE), sebuah konsep
kerangka kerja yang dirancang untuk menentukan pengembangan standar baru
akuntansi yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domenstik dan menyeragamkan
praktik akuntansi Cina dengan praktik internasional. ASBE adalah peristiwa
penting dalam pergerakan pasar ekonomi Cina. Sebelum ASBE, Cina menggunakan
lebih dari 40 regulasi system akuntansi yang berbeda, bermacam-macam industri
dan tipe kepemilikan. Walaupun masing-masing dari semua ini bisa dinamakan
sebagai seragam, secara keseluruhan mereka
menciptakan kegiatan yang tidak konsisten. Dengan demikian, salah satu motif
dibuatnya ASBE adalah untuk menyeragamkan praktik akuntansi domentik.
Pelaporan Keuangan
Periode
pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan. Laporan keuangan terdiri atas
:
1)
Neraca
2)
Laporan laba rugi
3)
Laporan arus kas
4)
Laporan perubahan ekuitas
5)
Catatan
Laporan
tambahan dibutuhkan untuk mengungkapkan penurunan nilai asset, perubahan pada
struktur modal, apropriasi laba, dan bisnis dan segmen geografis. Catatan mencakup
sebuah laporan kebijakan akuntansi. Pembahasan dan analisis manajemen
dibutuhkan guna membahas operasi perusahaan, posisi keuangan, arus kas dan
hal-hal yang mempengaruhi mereka. Laporan keuangan harus digabungkan, bersifat
perbandingan, di Cina dan diungkapkan dengan mata uang Cina, Renminbi. Laporan keuangan
harus diaudit oleh CPA Cina. Perusahaan yang terdaftar harus menilai
pengendalian internal mereka dan terlibat dengan auditor dari luar guna
mengevaluasi pengendalian dan pendapat atas laporan penilaian diri. Necara triwulan,
laporan laba rugi, dan catatan dibutuhkan untuk semua perusahaan yang
terdaftar.
Patokan Akuntansi
Penggabungan
usaha dicatat menggunakan metode pembelian. Goodwill
adalah pembedaan antara biaya dan harga pasar asset dan kewajiban yang
diakuisisi. Perbedaan ini diuji untuk tes penurunan nilai tahunan. Metode ekuitas
digunakan bagi investasi dalam rekanan, semua hal menyangkut dengan investee memiliki pengaruh yang
signifikan. Metode ekuitas juga digunakan untuk menghitung usaha gabungan (joint ventures). Semua cabang tergabung
dan dibawah kendali induk perusahaan. Laporan keuangan untuk cabang perusahaan
di luar negeri dialihbahasakan berdasarkan lingkungan ekonomi utama dimana
perusahaan ini beroperasi. Jika lingkungan lokal (luar negeri), neraca
dialihbahasakan pada nilai tukar akhir tahun, laporan laba rugi dikonversikan
pada nilai tukar rata-rata tahunan, dan konversi yang berbeda juga ditunjukkan
pada ekuitas. Jika berada dilingkungan induk perusahaan, poin-poin moneter
diterjemahkan pada nilai tukar akhir tahun, poin non-moneter diterjemahkan pada
nilai tukar yang sesuai dengan tanggal transaksi, dan pendapatan serta beban
diterjemahkan pada nilai tanggal transaksi.
Metode
akselerasi dan depresiasi unit produksi juga bisa diterima. FIFO dan rata-rata
adalah metode pembiayaan yang bisa diterima dan persediaan ditulis dalam
penurunan harga dan keusangan. Aset tidak berwujud yang dimiliki juga dicatat
sebagai biaya. Mereka mempunyai masa manfaat yang terbatas diamortisasi pada
periode keuntungan berdasarkan pola dimana penggunakan asset dilakukan. Asset tidak
berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi, tetapi
pengujian atas penurunan nilai dilakukan paling tidak setiap tahun.
- India
Perekonomian
Eropa mulai bersaing dengan India setelah Portugis tiba pada tahun 1498. Benteng
luar pertama orang Inggris dibentuk di perusahaan India bagian selatan tahun
1619, dan stasiun perdagangan terus-menerus dibuka dibagian lain selama akhir
abad ke-17. Orang Inggris memperluas pengaruhnya mulai dari sini sampai tahun
1850-an, mereka mengendalkan secara politik, militer dan ekonomi daerah yang
saat ini dikenal sebagai India, Pakistan, Sri Lanka dan Bangladesh. Demontransi
massa terhadap aturan colonial Inggris mulai pada tahun 1920-an dibawah kepemimpinan Mohandas Gandhi dan
Jawaharlal Nehru. Pemberontakan sipil yang makin meningkat dan Perang Dunia II
pada akhirnya menyebabkan India merugi dan sulit untuk mengatasinya dan
pemerintah Inggris menjamin kemerdekaan pada tahun 1947. India-Inggris terbagi
menjadi dua Negara: India, dengan mayoritas Hindu; dan Timur dan Barat Pakistan-sekarang
Bangladesh dan Pakistan-dengan mayoritas Muslim. Warisan Inggris di India
bersifat subtansial, termasuk sistem hukum legal, sistem pemerintahan
parlementernya, dan perluasan penggunaan bahasa Inggris.
Dari
1947 sampai akhir 1970-an , ekonomi India digolongkan dengan bergaya program
sosialis pemerintah terpusat dan industri pengganti barang impor. Produksi ekonomi
telah berubah dari pertanian, kehutanan, perikanan, dan manufaktur tekstil
dengan beragam industri berat dan transportasi. Akan tetapi, kurangnya
persaingan berakibat pada rendahnya kualitas produk inefesiensi dalam produksi.
Menghadapi krisis ekonomi, pemerintah mulai melaksanakan ekonomi terbuka pada
tahun 1991. Reformasi ekonomi pasar diadopsi sejak saat itu, termasuk
privatisasi industri pemerintah, pembebasan investasi asing dan rezim bursa,
pengurangan tarif dan hambatan dagangan lainnya, perubahan dan modernisasi
sektor keuangan, penyesuaian kekuasaan pemerintah secara signifikan dan
kebijakan fiscal, serta penjagaan hak intelektual.
Regulasi dan
Pelaksanaan Akuntansi
Dua
sumber utama akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan profesi
akuntansi. Penetapan lembaga pertama diatur dalam undang-undang tahun 1875, dan
hukum pertama berhubungan dengan pemeliharaan dan pemeriksaan catatan akuntansi
yang telah dilaksanakan tahun 1866, bersamaan dengan kualifikasi resmi auditor
pertama. Keduanya berlandaskan hukum Inggris.
Akta
perusahaan 1956 diatur dan diperbarui oleh agen pemerintah, Departemen Urusan
Perusahaan. Akta tersebut menyediakan cara kerja yang luas yang disebut kitab
akuntansi dan persyaratan untuk sebuah audit.
The
Institute of Chartered Accountants of India yang didirikan pada tahun 1949
mengatur izin profesi akuntansi dan bertanggung jawab untuk mengembangkan
standar akuntansi dan proses audit. Institut menentukan persyaratan untuk
menjadi akuntan resmi, mengadakan ujian, dan pelatihan untuk para kandidat,
mengeluarkan sertifikat praktik, dan disiplin profesional anggota untuk
tindakan amoral dan perilaku pelangggan etika. Dewan Akuntansi
Standar-Accounting Standards Board menerbitkan Indian Accounting Standards
(AS), dan Dewan Audit dan Asuransi and Assurance Standards Board menerbitkan
Auditing Assurance Standards (AAS).
Pelaporan Keuangan
Laporan
keuangan terdiri atas neraca dua tahun, laporan laba rugi, laporan arus kas,
dan kebijakan akuntansi dan catatan. Perusahaan yang tidak terdaftar hanya
perlu menyiapkan laporan intinya saja, akan tetapi bagi perusahaan yang
terdaftar harus menyiapkan laporan gabungan dan laporan inti. Bukan laporan
ekuitas pemegang saham maupun laporan laba menyeluruh yang diminta. Laporan keuangan
harus menyajikan pandangan yang adil dan benar, namun tidak ada penolakan
kebenaran dan keadilan selama mereka ada dikawasan Britania Raya. Seperti yang
dicatat di atas, akta perusahaan menghendaki bahwa laporan direktur menyertai
laporan keuangan. Perusahaan yang terdaftar pada pasar modal juga harus
menyediakan diskusi dan pengembangannya, kesempatan dan ancaman yang dihadapi
oleh perusahaan, kendali internal, dan resiko yang memengaruhi performa bisnis
atau produk. Perusahaan yang terdaftar juga harus menyediakan laporan keuangan
triwulanan.
Pengukuran
Akuntansi
Anak
perusahaan digabungkan ketika induk perusahaan memiliki saham lebih dari
setengah kemampuan voting atau mengontrol pengaturan komposisi dewan direktur. Anak
perusahaan mungkin dikesampingkan dari penggabungan jika kendali hanya
sementara atau jika pembatasan jangka panjang untuk kemampuan anak perusahaan
dalam mentransfer dana kepada induk perusahaan. Tidak ada standar pembukuan
untuk menggabungkan usaha, tetapi kebanyakan dari mereka dihitung sebagai
pembelian. Akan tetapi, metode penyatuan bunga (pooling) digunakan bagi perusahaan merger (disebut amalgamations). Goodwill yang berada diantara perhitungan yang ada dan hasil jumlah
asset dan utang yang diperoleh. Praktik yang beragam antara goodwill yang tidak
diamortisasi dengan yang diamortisasi sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Goodwill
juga dikaji ulang untuk penurunan nilainya. Penggabungan yang proporsional
digunakan untuk kesatuan kendali gabungan. Metode ekuitas digunakan pada akunt
afiliasi terhadap entitas yang memiliki pengaruh yang signifikan namun bukan
kendali.
Penyesuaian
pertukaran mata uang dalam laporan keuangan untuk usaha asing bergantung pada
apakah kesatuan laporan usaha itu integral atau non-integral. Untuk usaha asing
integral, asset moneter dan utang dialihbahasakan pada penutupan nilai tukar
pada tanggal transaksi tau dibebankan pada nilai rata-rata selama periode
tersebut. Asset dan utang usaha non-integral asing disesuaikan pada penutupan
nilai tukar, pendapatan dan beban disesuaikan dalam nilai tukar pada tanggal
transaksi dan menghasilkan penukaran yang berbeda yang diakumulasikan dalam
nilai tukar mata uang asing yang dicadangkan pada neraca.
Asset
tetap dinilai baik dalam harga perolehan atau harga wajar. Revaluasi harus
diterapkan pada keseluruhan golongan asset tetap, tapi tidak ada persyaratan
yang menyatakan bahwa revaluasi bisa dilakukan dalam interval beraturan. Depresiasi
dialokasikan secara berkala terhadap penggunaan asset. Jika asset direvaluasi,
depresiasi didasari oleh jumlah yang direvaluasi. Asset tidak berwujud biasanya
diamortisasi lebih dari 10 tahun. Goodwill yang dihasilkan dari dalam atau asset
tidak berwujud lainnya (contoh merek dagang) tidak diakui sebagai asset. Biaya penelitian
dibebankan saat terjadinya, namun biaya pengembangan mungkin bisa ditangguhkan
jika kelayakan produk atau proses telah diperlihatkan dan biaya pemulihan masuk
akal. Biaya persediaan dihitung lebih rendah atau nilai bersih yang dapat
dicapai.FIFO dan rata-rata adalah metode arus kas yang bisa diterima.
Sewa
pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancer pasar dan didepresiasi terhadap
masa penggunaan sewa. Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode
garis lurus selama masa sewa. Biaya imbalan pasca-kerja pegawai dihitung ketika
pegawai mendapatkan bukan ketika mereka dibayar.
Tampilan
dibawah ini merangkum praktik akuntansi signifikan di Negara-negara yang telah
ditulis pada tugas ini yaitu pada tugas akuntansi di Amerika dan akuntansi di
Asia.
Sumber
:
1.
Frederick D.S. Choi dan Gary K. Meek.
2012. Internasional Accounting. Jakarta. Salemba Empat

