Selasa, 25 April 2017

Akuntansi Di Asia



Nama   : Anindya Purnama Effendi
Npm    : 21213054
Kelas   : 4EB24

  1. Jepang
Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domenstik dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi, dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan Jepang. Pada setengah awal abad ke-20, pemikiran akuntansi merupakan refleksi adanya pengaruh Jerman; sisa abad selanjutnya adalah pemikiran AS. Kini, efek Internasional Accounting Standards Board telah terasa, dan pada 2001 terjadi perubahan besar dengan adanya pembentukan organisasi pengaturan standarisasi akuntansi sektor swasta.
Jepang merupakan Negara yang masyarakatnya masih memegang kuat agama dan budaya. Kesadaran dan saling ketergantungan antar-pribadi dan keterhubungan dengan perusahaan berbanding terbalik dengan kemandirian dan hubungan singkat antar-individu dan grub di Negara barat. Keterhubungan daerah investasi industry konglomerat raksasa ini disebut kieretsu.
Bentuk bisnis kieretsu telah ditranformasi saat Jepang mengambil alih perbaikan structural untuk menggerakkan stagnasi ekonomi yang dimulai pada tahun 1990-an. Krisis keuangan yang mengikuti “pergerakan ekonomi” Jepang juga disebabkan oleh review standarisasi laporan keuangan Jepang. Menjadi jelas bahwa banyak praktisi akuntansi menyembunyikan kekurangan perusahaan Jepang.
           
            Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (company law), undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law).
Proteksi pemegang saham dan kreditor merupakan prinsip dasar, dengan kepercayaan yang tinggi pada patokan harga perolehan. Pengungkapan pada kelayakan kredit dan kemungkinan untuk mendapatkan untung karena distribusi dividen menjadi hal yang diutamakan. Semua perusahaan yang didirikan berdasarkan undang-undang perusahaan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan akuntansi.
Kepemilikan perusahaan publik harus memenuhi persyaratan lanjutan dan undang-undang pertukaran dan sekuritas (SEL), yang diatur oleh Financial Services Agency (FSA). SEL tersebut dibentuk setelah Securities Acts AS dan menitikberatkan pada Jepang melalui Amerika Serikat selama AS bekerja pada Perang Dunia II. Tujuan utama SEL adalah untuk menyediakan informasi bagi pembuatan keputusan investasi.
Hingga kini, terdapat lembaga penasihat khusus terhadap FSA bertanggung jawab untuk mengembangkan standarisasi pembukuan berdasarkan SEL. Lembaga tersebut adalah Business Accounting Deliberation Council (BADC), sekarang menjadi Business prinsip yang berlaku umum pembukuan yang diberikan di Jepang. Perubahan besar tersebut muncul pada tahun 2001 dengan dibentuknya Accounting Standards Board of Japan (ASBJ) dan berhubungan dengan yayasan Financial Accounting Standards Foundation (FASF).

            Laporan Keuangan
Perusahaan yang bergabung dibawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat para pemegang saham, yang isinya antara lain:
1)      Neraca
2)      Laporan laba rugi
3)      Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
4)      Laporan bisnis
5)      Jadwal terkait
Catatan yang melengkapi neraca dan laporan laba rugi menggambarkan kebijakan akuntansi dan menyediakan tambahan lain, seperti pada Negara-negara lain. Laporan bisnis berisikan ringkasan sistem bisnis dan pengendalian intern mereka, serta informasi mengenai operasional, posisi keuangan dan hasil operasional.
Informasi tersebut disiapkan untuk satu tahun pada dasar induk perusahaan dan diaudit oleh auditor yang berwenang. Undang-undang perusahaan tidak membutuhkan laporan arus kas atau dana.

            Patokan Akuntansi
Persediaan yang ada harus dihitung apakah cocok dengan biaya atau lebih rendah atau nilai keuntungan bersih. FIFO, LIFO, serta metode biaya rata-rata semuanya menerima metode cost-flow (arus biaya), dengan rata-rata yang paling popular. Investasi dalam saham dinilai pada harga pasar. Asset tetap dinilai pada biaya dan didepresiasi yang berkenaan dengan hukum perpajakan. Metode declining-balance (saldo menurun) merupakan metode depresiasi yang paling umum. Asset bersih juga diuji dengan penurunan nilai
Biaya penelitian dan pengembangan juga dibebankan saat terjadinya. Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap sewa dikapitalisasi. Sewa-menyewa keuangan lainnya mungkin dikapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapkan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunakan metode kewajiban. Kerugian bersyarat dipersiapkan hingga terbuka kemungkinan dan dapat diperkirakan. Keuntungan bagi para pensiunan dan pegawai yang dihentikan diakui secara penuh karena pegawai berhak mendapatkannya, dan obligasi tanpa dana terlihat seperti kewajiban.
  1. Cina
Cina memiliki 1/4 populasi dunia, dan reformasi orientasi pasarnya membantu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Pada akhir tahun 1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari program yang terpusat gaya Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namum masih dalam kendali partai komunis. Untuk meraih semua ini, mereka berpindah sistem kepemilikan tanggung jawab dalam pertanian daripada kolektivisme kuno, meningkatkan wewenang pejabat lokal dan manajer pabrik di industri, memperbolehkan perluasan berbagai perusahaan skala kecil dalam bidang jaga dan manufaktur kecil, dan menerapkan ekonomi terbuka untuk meningkatkan perdagangan dan penanaman modal asing. Pada tahun 1993, kepemimpinan Cina menyetujui reformasi jangka panjang lagi yang dimaksudkan supaya memberikan fleksibilitas yang lebih pada institusi yang berorientasi pasar. Ciri-ciri penting mencakup pembagian system kepemilikan saham, privatisasi dan pengembangan pertukaran saham terorganisir, dan pendaftaran saham perusahaan Cina dalam bursa saham barat. Meskipun demikian, perusahaan milik Negara masih mendominasi banyak kunci industri pada apa yang orang Cina sebut “ekonomi pasar sosialis” yaitu ekonomi berencana dengan adaptasi pasar.

            Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang akuntansi, terakhir kali diubah pada tahun 2000, mencakup semua perusahaan dan organisasi, termasuk semua yang tidak dipegang atau diatur oleh Negara. Hal ini menguraikan prinsip umum akuntansi dan penjelaskan peran pemerintah dan berbagai hal yang diutuhkan dalam prosedur akuntansi. The state Council/Dewan pemerintahan juga mengeluarkan Aturan Pelaporan dan Akuntansi keuangan Perusahaan (Financial Accounting and Reporting Rules for Enterprises-FARR). Semua peraturan ini fokus pada pembukuan, persiapan laporan keuangan, praktik pelaporan, dan akuntansi keuangan lainnya dan berbagai hal tentang laporan keuangan. FARR diterapkan bagi semua perusahaan besar daripada perusahaan kecil yang tidak mendapatkan dana dari pihak luar.
Pada tahun 1992, Departemen keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Bussines Enterprises (ASBE), sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menentukan pengembangan standar baru akuntansi yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domenstik dan menyeragamkan praktik akuntansi Cina dengan praktik internasional. ASBE adalah peristiwa penting dalam pergerakan pasar ekonomi Cina. Sebelum ASBE, Cina menggunakan lebih dari 40 regulasi system akuntansi yang berbeda, bermacam-macam industri dan tipe kepemilikan. Walaupun masing-masing dari semua ini bisa dinamakan sebagai seragam, secara keseluruhan mereka menciptakan kegiatan yang tidak konsisten. Dengan demikian, salah satu motif dibuatnya ASBE adalah untuk menyeragamkan praktik akuntansi domentik.

            Pelaporan Keuangan
Periode pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan. Laporan keuangan terdiri atas :
1)      Neraca
2)      Laporan laba rugi
3)      Laporan arus kas
4)      Laporan perubahan ekuitas
5)      Catatan
Laporan tambahan dibutuhkan untuk mengungkapkan penurunan nilai asset, perubahan pada struktur modal, apropriasi laba, dan bisnis dan segmen geografis. Catatan mencakup sebuah laporan kebijakan akuntansi. Pembahasan dan analisis manajemen dibutuhkan guna membahas operasi perusahaan, posisi keuangan, arus kas dan hal-hal yang mempengaruhi mereka. Laporan keuangan harus digabungkan, bersifat perbandingan, di Cina dan diungkapkan dengan mata uang Cina, Renminbi. Laporan keuangan harus diaudit oleh CPA Cina. Perusahaan yang terdaftar harus menilai pengendalian internal mereka dan terlibat dengan auditor dari luar guna mengevaluasi pengendalian dan pendapat atas laporan penilaian diri. Necara triwulan, laporan laba rugi, dan catatan dibutuhkan untuk semua perusahaan yang terdaftar.

            Patokan Akuntansi
Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian. Goodwill adalah pembedaan antara biaya dan harga pasar asset dan kewajiban yang diakuisisi. Perbedaan ini diuji untuk tes penurunan nilai tahunan. Metode ekuitas digunakan bagi investasi dalam rekanan, semua hal menyangkut dengan investee memiliki pengaruh yang signifikan. Metode ekuitas juga digunakan untuk menghitung usaha gabungan (joint ventures). Semua cabang tergabung dan dibawah kendali induk perusahaan. Laporan keuangan untuk cabang perusahaan di luar negeri dialihbahasakan berdasarkan lingkungan ekonomi utama dimana perusahaan ini beroperasi. Jika lingkungan lokal (luar negeri), neraca dialihbahasakan pada nilai tukar akhir tahun, laporan laba rugi dikonversikan pada nilai tukar rata-rata tahunan, dan konversi yang berbeda juga ditunjukkan pada ekuitas. Jika berada dilingkungan induk perusahaan, poin-poin moneter diterjemahkan pada nilai tukar akhir tahun, poin non-moneter diterjemahkan pada nilai tukar yang sesuai dengan tanggal transaksi, dan pendapatan serta beban diterjemahkan pada nilai tanggal transaksi.
Metode akselerasi dan depresiasi unit produksi juga bisa diterima. FIFO dan rata-rata adalah metode pembiayaan yang bisa diterima dan persediaan ditulis dalam penurunan harga dan keusangan. Aset tidak berwujud yang dimiliki juga dicatat sebagai biaya. Mereka mempunyai masa manfaat yang terbatas diamortisasi pada periode keuntungan berdasarkan pola dimana penggunakan asset dilakukan. Asset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi, tetapi pengujian atas penurunan nilai dilakukan paling tidak setiap tahun.
  1. India
Perekonomian Eropa mulai bersaing dengan India setelah Portugis tiba pada tahun 1498. Benteng luar pertama orang Inggris dibentuk di perusahaan India bagian selatan tahun 1619, dan stasiun perdagangan terus-menerus dibuka dibagian lain selama akhir abad ke-17. Orang Inggris memperluas pengaruhnya mulai dari sini sampai tahun 1850-an, mereka mengendalkan secara politik, militer dan ekonomi daerah yang saat ini dikenal sebagai India, Pakistan, Sri Lanka dan Bangladesh. Demontransi massa terhadap aturan colonial Inggris mulai pada tahun 1920-an  dibawah kepemimpinan Mohandas Gandhi dan Jawaharlal Nehru. Pemberontakan sipil yang makin meningkat dan Perang Dunia II pada akhirnya menyebabkan India merugi dan sulit untuk mengatasinya dan pemerintah Inggris menjamin kemerdekaan pada tahun 1947. India-Inggris terbagi menjadi dua Negara: India, dengan mayoritas Hindu; dan Timur dan Barat Pakistan-sekarang Bangladesh dan Pakistan-dengan mayoritas Muslim. Warisan Inggris di India bersifat subtansial, termasuk sistem hukum legal, sistem pemerintahan parlementernya, dan perluasan penggunaan bahasa Inggris.
Dari 1947 sampai akhir 1970-an , ekonomi India digolongkan dengan bergaya program sosialis pemerintah terpusat dan industri pengganti barang impor. Produksi ekonomi telah berubah dari pertanian, kehutanan, perikanan, dan manufaktur tekstil dengan beragam industri berat dan transportasi. Akan tetapi, kurangnya persaingan berakibat pada rendahnya kualitas produk inefesiensi dalam produksi. Menghadapi krisis ekonomi, pemerintah mulai melaksanakan ekonomi terbuka pada tahun 1991. Reformasi ekonomi pasar diadopsi sejak saat itu, termasuk privatisasi industri pemerintah, pembebasan investasi asing dan rezim bursa, pengurangan tarif dan hambatan dagangan lainnya, perubahan dan modernisasi sektor keuangan, penyesuaian kekuasaan pemerintah secara signifikan dan kebijakan fiscal, serta penjagaan hak intelektual.
           
            Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Dua sumber utama akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan profesi akuntansi. Penetapan lembaga pertama diatur dalam undang-undang tahun 1875, dan hukum pertama berhubungan dengan pemeliharaan dan pemeriksaan catatan akuntansi yang telah dilaksanakan tahun 1866, bersamaan dengan kualifikasi resmi auditor pertama. Keduanya berlandaskan hukum Inggris.
Akta perusahaan 1956 diatur dan diperbarui oleh agen pemerintah, Departemen Urusan Perusahaan. Akta tersebut menyediakan cara kerja yang luas yang disebut kitab akuntansi dan persyaratan untuk sebuah audit.
The Institute of Chartered Accountants of India yang didirikan pada tahun 1949 mengatur izin profesi akuntansi dan bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi dan proses audit. Institut menentukan persyaratan untuk menjadi akuntan resmi, mengadakan ujian, dan pelatihan untuk para kandidat, mengeluarkan sertifikat praktik, dan disiplin profesional anggota untuk tindakan amoral dan perilaku pelangggan etika. Dewan Akuntansi Standar-Accounting Standards Board menerbitkan Indian Accounting Standards (AS), dan Dewan Audit dan Asuransi and Assurance Standards Board menerbitkan Auditing Assurance Standards (AAS).

            Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan terdiri atas neraca dua tahun, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan kebijakan akuntansi dan catatan. Perusahaan yang tidak terdaftar hanya perlu menyiapkan laporan intinya saja, akan tetapi bagi perusahaan yang terdaftar harus menyiapkan laporan gabungan dan laporan inti. Bukan laporan ekuitas pemegang saham maupun laporan laba menyeluruh yang diminta. Laporan keuangan harus menyajikan pandangan yang adil dan benar, namun tidak ada penolakan kebenaran dan keadilan selama mereka ada dikawasan Britania Raya. Seperti yang dicatat di atas, akta perusahaan menghendaki bahwa laporan direktur menyertai laporan keuangan. Perusahaan yang terdaftar pada pasar modal juga harus menyediakan diskusi dan pengembangannya, kesempatan dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan, kendali internal, dan resiko yang memengaruhi performa bisnis atau produk. Perusahaan yang terdaftar juga harus menyediakan laporan keuangan triwulanan.

            Pengukuran Akuntansi
Anak perusahaan digabungkan ketika induk perusahaan memiliki saham lebih dari setengah kemampuan voting atau mengontrol pengaturan komposisi dewan direktur. Anak perusahaan mungkin dikesampingkan dari penggabungan jika kendali hanya sementara atau jika pembatasan jangka panjang untuk kemampuan anak perusahaan dalam mentransfer dana kepada induk perusahaan. Tidak ada standar pembukuan untuk menggabungkan usaha, tetapi kebanyakan dari mereka dihitung sebagai pembelian. Akan tetapi, metode penyatuan bunga (pooling) digunakan bagi perusahaan merger (disebut amalgamations). Goodwill yang berada diantara perhitungan yang ada dan hasil jumlah asset dan utang yang diperoleh. Praktik yang beragam antara goodwill yang tidak diamortisasi dengan yang diamortisasi sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Goodwill juga dikaji ulang untuk penurunan nilainya. Penggabungan yang proporsional digunakan untuk kesatuan kendali gabungan. Metode ekuitas digunakan pada akunt afiliasi terhadap entitas yang memiliki pengaruh yang signifikan namun bukan kendali.
Penyesuaian pertukaran mata uang dalam laporan keuangan untuk usaha asing bergantung pada apakah kesatuan laporan usaha itu integral atau non-integral. Untuk usaha asing integral, asset moneter dan utang dialihbahasakan pada penutupan nilai tukar pada tanggal transaksi tau dibebankan pada nilai rata-rata selama periode tersebut. Asset dan utang usaha non-integral asing disesuaikan pada penutupan nilai tukar, pendapatan dan beban disesuaikan dalam nilai tukar pada tanggal transaksi dan menghasilkan penukaran yang berbeda yang diakumulasikan dalam nilai tukar mata uang asing yang dicadangkan pada neraca.
Asset tetap dinilai baik dalam harga perolehan atau harga wajar. Revaluasi harus diterapkan pada keseluruhan golongan asset tetap, tapi tidak ada persyaratan yang menyatakan bahwa revaluasi bisa dilakukan dalam interval beraturan. Depresiasi dialokasikan secara berkala terhadap penggunaan asset. Jika asset direvaluasi, depresiasi didasari oleh jumlah yang direvaluasi. Asset tidak berwujud biasanya diamortisasi lebih dari 10 tahun. Goodwill yang dihasilkan dari dalam atau asset tidak berwujud lainnya (contoh merek dagang) tidak diakui sebagai asset. Biaya penelitian dibebankan saat terjadinya, namun biaya pengembangan mungkin bisa ditangguhkan jika kelayakan produk atau proses telah diperlihatkan dan biaya pemulihan masuk akal. Biaya persediaan dihitung lebih rendah atau nilai bersih yang dapat dicapai.FIFO dan rata-rata adalah metode arus kas yang bisa diterima.
Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancer pasar dan didepresiasi terhadap masa penggunaan sewa. Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus selama masa sewa. Biaya imbalan pasca-kerja pegawai dihitung ketika pegawai mendapatkan bukan ketika mereka dibayar.
Tampilan dibawah ini merangkum praktik akuntansi signifikan di Negara-negara yang telah ditulis pada tugas ini yaitu pada tugas akuntansi di Amerika dan akuntansi di Asia.



Sumber :
1.      Frederick D.S. Choi dan Gary K. Meek. 2012. Internasional Accounting. Jakarta. Salemba Empat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar