Nama :
Anindya Purnama Effendi
NPM :
21213054
Kelas :
4EB24
Laporan
pertanggungjawaban sosial mengacu pada pengukuran komunikasi dan informasi
tentang kemakmuran perusahaan terhadap pegawai, komunitas sosial dan
lingkungan.
Hal ini
mencerminkan sebuah kepercayaan bahwa perusahaan bergantung pada pemegang saham
dalam laporan tahunan kinerjaterhadap lingkungan dan sosial mereka seperti
halnya laporan keuangan yang mereka berikan kepada pemegang saham.
Informasi
mengenai kesejahteraan pegawai telah lama menjadi perhatian serikat buruh. Hal
hal yang menyangkut kondisi pekerjaan, keamanan bekerja, kesempatanyang sama,
aneka ragam pekerjaan dan buruh anak anak. Pengungkapan pegawai memicu
ketertarikan investor dimana mereka memberikan pengetahuan yang berguna tentang
hubungan buruh pabrik, biaya dan produktivitas.
Pengungkapan
informasi yang berhubungan dengan sejumlah pegawai adalah perhatian utama
pemerintah. Penggabungan dengan pelaporan berdasarkan area geografis atau jalur
bisnis, pengungkapan pegawai berdasarkan berdasarkan fungsi membuat pemerintah
dan serikat buruh mampu menguji apakah praktik kepegawaian di perusahaan
multinasional konsisten dengan hukum dan norma-norma daerah setempat.
Berikut
adalah pembahasan jurnal penelitian
Jurnal
I
|
Nama Jurnal
|
Jurnal Akuntansi dan keuangan
|
|
Volume atau halaman
|
Vol. 11, No. 02 / Halaman 101 – 108
|
|
Nama Penulis
|
Theresia Woro Damayanti
|
|
Judul Jurnal
|
Audit Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan : Pendekatan Literatur
|
|
Tanggal Jurnal
|
November 2009
|
|
Tujuan Penelitian
|
Untuk mengetahui :
1) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kepemilikan
terkonsentrasi dan tidak terkonsentrasi dengan kinerja perusahaan.
2) Apakah terdapat hubungan antara good corporate governance yang
diwakili oleh proksi disclosure laporan keuangan dan accruals terhadap
kinerja perusahaan.
|
|
Variable Penelitian
|
Variabel dependen :
Qtobin
Variabel Independen :
1) Proporsi Kepemilikan
2) Disclosure
3) Discretionary
|
|
Kesimpulan Penelitian
|
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menghasilkan
kesimpulansebagai berikut : (1).Tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara struktur kepemilikan dengan kinerja perusahaan ditolak. (2).Tidak
terdapat hubungan yang signifkan antara manajemen laba dengan kinerja
perusahaan. (3). Terdapat hubungan hubungan yang signifikan antara disclosure
dengan kinerja perusahaan.
|
Jurnal II
|
Nama Jurnal
|
TEMA
|
|
Volume atau halaman
|
Vol. 08, No. 11 / Halaman 72 – 91
|
|
Nama Penulis
|
1. Lalu Roby Rajafi
2. Gugus Irianto
|
|
Judul Jurnal
|
Analisis Pengungkapan Laporan Sosial dan Lingkungan sebagai bagian
dari Triple Bottom Line Reporting dalam Akuntansi pertanggungjawaban sosial
perusahaan : studi perbandingan rata-rata tema pengungkapan antar kelompok
industri yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta tahun 2005
|
|
Tanggal Jurnal
|
Maret 2009
|
|
Tujuan Penelitian
|
1. Mengidentifikasi dan mengukur kontribusi sosial
netto perusahaan secara periodik yang meliputi bukan hanya m anfaat dan biaya
sosial yang diinternalisasikan oleh perusahaan, namun juga kontribusi yang
timbul dari eksternalitas yang mempengaruhi segmen-segmen yang berbeda.
2. Membantu menentukan apakah strategi dan praktek
perusahaan yang secara langsung mempengaruhi relativitas sumber daya dan
status kekuatan individu, masyarakat dan segmen sosial adalah konsisten
dengan prioritas sosial yang diberikan secara luas pada suatu pihak dari
inspirasi individu kepada pihak lain.
3.
Memberikan
kepada semua kelompok sosial informasi yang relevan tentang kebijakan,
program dan suatu perusahaan terhadap tujuan sosial
|
|
Variable Penelitian
|
Variabel Independen : Tema pengungkapan
Variabel Dependen : Kemasyarakatan, ketenagakerjaan dan Lingkungan
Hidup
|
|
Kesimpulan Penelitian
|
Triple
Bottcm Line Reporting telah
diterapkan pada laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Bentuk
pengungkapan yang dilakukan perusahaan secara naratif kualitatif dilakukan
oleh semua item yang mendukung tema, sebagian dilengkapai dengan kuantitatif
non moneter, dan sebagian kecil
dilengkapi dengan kuantitatif moneter.
Berdasarkan
uji non parametrik Kruskal Wallis yang telah dilakukan, terdapat perbedaan
yang signifikan antar kelompok industri dalam mengungkapkan tema lingkungan
dan ketenagakerjaan. Sedangkan untuk tema kemasyarakatan
tema pengungkapanya cenderung sama. Masing-masing
kelompok industri mempunyai persepsi yang berbeda-beda tentang tema
pengungkapan yang mereka tampilkan dalam Laporan Tahunan mereka. Sehingga
kecenderungan tema yang mereka ungkapkan juga berbeda yaitu: kelompok Agriculture
cenderung pada tema lingkungan hidup; Mining pada tema lingkungan
hidup; Basic Industry pada tema ketenagakerjaan, Miscellaneous
Industry pada tema lingkungan hidup; Consumer Goods Industry pada
tema ketenagakerjaan; Property, Real Estate & Building Construction
pada tema ketenagakerjaan; Infrastructure, Utilities &
Transportation pada ketenagakerjaan; Finance pada kemasyarakatan; Trade,
Service & Investment pada kemasyarakatan. Hal ini terjadi karena
perbedaan jenis aktivitas perusahaan, sensitivitas perusahaan, dan sasaran
perusahaan.
Penelitian
ini menunjukkan bahwa pengungkapan triple bottom line reporting di
Indonesia masih relatif kurang. Diduga perusahaan tidak memanfaatkan laporan
tahunan sebagai media komunikasi antara perusahaan dan stakeholders. Kemungkinan
perusahaan hanya memanfaatkan laporan tahunan sebagai informasi bagi shareholders
dan calon investor. Fakta lain yang menyebabkan rendahnya angka di
atas adalah kemungkinan perusahaan memang hanya sedikit melakukan
aktivitas terhadap lingkungan sekitarnya.
|
Jurnal III
|
Nama Jurnal
|
Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang
|
|
Volume atau halaman
|
Vol. 11, No. 02 / Halaman 1 - 15
|
|
Nama Penulis
|
Fr. Reni. Retno Anggraini
|
|
Judul Jurnal
|
Pengungkapan Informasi sosial dan faktor-faktor yang mempengaruhi
pengungkapan informasi sosial dalam laporan keuangan tahunan (studi empiris
perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI)
|
|
Tanggal Jurnal
|
23-26 Agustus 2016
|
|
Tujuan Penelitian
|
Untuk mengetahui kebijakan perusahaan dalam mengungkapan informasi
sosial dengan menggunakan Prosentasi Kepemilikan Manajemen, Tingkat Leverage,
dan Biaya Politis
|
|
Variable Penelitian
|
Variabel Dependen :
Kebijakan Perusahaan dalam mengungkapan informasi sosial
Variabel Independen :
1) Prosentase Kepemilikan Manajemen (MAN)
2) Tingkat Leverage (LEV)
3) Biaya Politis
a) Ukuran Perusahaan (SIZE)
b) Tipe Industri (IND)
|
|
Kesimpulan Penelitian
|
Hampir semua
perusahaan mengungkapkan kinerja ekonominya, hal ini disebabkan oleh
dikeluarkannya surat keputusan No. Kep-150/Men/2000 oleh Menteri Tenaga Kerja
tentang penyelesaian pemutusan hubungan kerja dan penetapan uang pesangon,
uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian di perusahaan. Serta
dikeluarkannya PSAK No. 57 tentang kewajiban diestimasi, kewajiban
kontinjensi dan Aktiva kontinjensi yang berlaku efektif mulai tanggal 1
Januari 2001. Hal ini berarti perusahaan akan mengungkapkan informasi
tertentu jika ada aturan yang menghendakinya. Sedangkan pada perusahaan
perbankan dan asuransi sebagian besar (lebih dari 50%) mengungkapkan
informasi mengenai pengembangan sumber daya manusianya dibandingkan dengan
industri yang lain. Hal ini karena industri ini sangat tergantung pada
kemampuan manusia (karyawan) dalam memberikan jasanya kepada pelanggan.
Perusahaan
dengan kepemilikan manajemen yang besar dan termasuk dalam industri yang
memiliki risiko politis yang tinggi (high-profile) cenderung
mengungkapkan informasi sosial yang lebih banyak dibandingkan perusahaan
lain.
|
Sumber
:
- Frederick D.S. Choi dan Gary K. Meek. 2012. Internasional Accounting. Jakarta. Salemba Empat