Rabu, 07 Juni 2017

Pelaporan Pertanggungjawaban Sosial + 3 Jurnal Penelitian



Nama               : Anindya Purnama Effendi
NPM               : 21213054
Kelas               : 4EB24


Laporan pertanggungjawaban sosial mengacu pada pengukuran komunikasi dan informasi tentang kemakmuran perusahaan terhadap pegawai, komunitas sosial dan lingkungan.
Hal ini mencerminkan sebuah kepercayaan bahwa perusahaan bergantung pada pemegang saham dalam laporan tahunan kinerjaterhadap lingkungan dan sosial mereka seperti halnya laporan keuangan yang mereka berikan kepada pemegang saham.
Informasi mengenai kesejahteraan pegawai telah lama menjadi perhatian serikat buruh. Hal hal yang menyangkut kondisi pekerjaan, keamanan bekerja, kesempatanyang sama, aneka ragam pekerjaan dan buruh anak anak. Pengungkapan pegawai memicu ketertarikan investor dimana mereka memberikan pengetahuan yang berguna tentang hubungan buruh pabrik, biaya dan produktivitas.
Pengungkapan informasi yang berhubungan dengan sejumlah pegawai adalah perhatian utama pemerintah. Penggabungan dengan pelaporan berdasarkan area geografis atau jalur bisnis, pengungkapan pegawai berdasarkan berdasarkan fungsi membuat pemerintah dan serikat buruh mampu menguji apakah praktik kepegawaian di perusahaan multinasional konsisten dengan hukum dan norma-norma daerah setempat.
Berikut adalah pembahasan jurnal penelitian

Jurnal I


Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi dan keuangan
Volume atau halaman
Vol. 11, No. 02 / Halaman 101 – 108
Nama Penulis
Theresia Woro Damayanti
Judul Jurnal
Audit Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan : Pendekatan Literatur
Tanggal Jurnal
November 2009
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui :
1)      Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kepemilikan terkonsentrasi dan tidak terkonsentrasi dengan kinerja perusahaan.
2)      Apakah terdapat hubungan antara good corporate governance yang diwakili oleh proksi disclosure laporan keuangan dan accruals terhadap kinerja perusahaan.
Variable Penelitian
Variabel dependen :
Qtobin
Variabel Independen :
1)      Proporsi Kepemilikan
2)      Disclosure
3)      Discretionary
Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menghasilkan kesimpulansebagai berikut : (1).Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara struktur kepemilikan dengan kinerja perusahaan ditolak. (2).Tidak terdapat hubungan yang signifkan antara manajemen laba dengan kinerja perusahaan. (3). Terdapat hubungan hubungan yang signifikan antara disclosure dengan kinerja perusahaan.


Jurnal II


Nama Jurnal
TEMA
Volume atau halaman
Vol. 08, No. 11 / Halaman 72 – 91
Nama Penulis
1.      Lalu Roby Rajafi
2.      Gugus Irianto
Judul Jurnal
Analisis Pengungkapan Laporan Sosial dan Lingkungan sebagai bagian dari Triple Bottom Line Reporting dalam Akuntansi pertanggungjawaban sosial perusahaan : studi perbandingan rata-rata tema pengungkapan antar kelompok industri yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta tahun 2005
Tanggal Jurnal
Maret 2009
Tujuan Penelitian
1.      Mengidentifikasi dan mengukur kontribusi sosial netto perusahaan secara periodik yang meliputi bukan hanya m anfaat dan biaya sosial yang diinternalisasikan oleh perusahaan, namun juga kontribusi yang timbul dari eksternalitas yang mempengaruhi segmen-segmen yang berbeda.
2.      Membantu menentukan apakah strategi dan praktek perusahaan yang secara langsung mempengaruhi relativitas sumber daya dan status kekuatan individu, masyarakat dan segmen sosial adalah konsisten dengan prioritas sosial yang diberikan secara luas pada suatu pihak dari inspirasi individu kepada pihak lain.
3.      Memberikan kepada semua kelompok sosial informasi yang relevan tentang kebijakan, program dan suatu perusahaan terhadap tujuan sosial
Variable Penelitian
Variabel Independen : Tema pengungkapan
Variabel Dependen : Kemasyarakatan, ketenagakerjaan dan Lingkungan Hidup

Kesimpulan Penelitian
     Triple Bottcm Line Reporting telah diterapkan pada laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Bentuk pengungkapan yang dilakukan perusahaan secara naratif kualitatif dilakukan oleh semua item yang mendukung tema, sebagian dilengkapai dengan kuantitatif non moneter, dan sebagian kecil
dilengkapi dengan kuantitatif moneter.
     Berdasarkan uji non parametrik Kruskal Wallis yang telah dilakukan, terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok industri dalam mengungkapkan tema lingkungan dan ketenagakerjaan. Sedangkan untuk tema kemasyarakatan
tema pengungkapanya cenderung sama. Masing-masing kelompok industri mempunyai persepsi yang berbeda-beda tentang tema pengungkapan yang mereka tampilkan dalam Laporan Tahunan mereka. Sehingga kecenderungan tema yang mereka ungkapkan juga berbeda yaitu: kelompok Agriculture cenderung pada tema lingkungan hidup; Mining pada tema lingkungan hidup; Basic Industry pada tema ketenagakerjaan, Miscellaneous Industry pada tema lingkungan hidup; Consumer Goods Industry pada tema ketenagakerjaan; Property, Real Estate & Building Construction pada tema ketenagakerjaan; Infrastructure, Utilities & Transportation pada ketenagakerjaan; Finance pada kemasyarakatan; Trade, Service & Investment pada kemasyarakatan. Hal ini terjadi karena perbedaan jenis aktivitas perusahaan, sensitivitas perusahaan, dan sasaran perusahaan.
     Penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan triple bottom line reporting di Indonesia masih relatif kurang. Diduga perusahaan tidak memanfaatkan laporan tahunan sebagai media komunikasi antara perusahaan dan stakeholders. Kemungkinan perusahaan hanya memanfaatkan laporan tahunan sebagai informasi bagi shareholders dan calon investor. Fakta lain yang menyebabkan rendahnya angka di atas adalah kemungkinan perusahaan memang hanya sedikit melakukan
aktivitas terhadap lingkungan sekitarnya.


 Jurnal III


Nama Jurnal
Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang
Volume atau halaman
Vol. 11, No. 02 / Halaman 1 - 15
Nama Penulis
Fr. Reni. Retno Anggraini
Judul Jurnal
Pengungkapan Informasi sosial dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan informasi sosial dalam laporan keuangan tahunan (studi empiris perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI)
Tanggal Jurnal
23-26 Agustus 2016
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui kebijakan perusahaan dalam mengungkapan informasi sosial dengan menggunakan Prosentasi Kepemilikan Manajemen, Tingkat Leverage, dan Biaya Politis
Variable Penelitian
Variabel Dependen :
Kebijakan Perusahaan dalam mengungkapan informasi sosial
Variabel Independen :
1)      Prosentase Kepemilikan Manajemen (MAN)
2)      Tingkat Leverage (LEV)
3)      Biaya Politis
a)      Ukuran Perusahaan (SIZE)
b)      Tipe Industri (IND)
Kesimpulan Penelitian
Hampir semua perusahaan mengungkapkan kinerja ekonominya, hal ini disebabkan oleh dikeluarkannya surat keputusan No. Kep-150/Men/2000 oleh Menteri Tenaga Kerja tentang penyelesaian pemutusan hubungan kerja dan penetapan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian di perusahaan. Serta dikeluarkannya PSAK No. 57 tentang kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi dan Aktiva kontinjensi yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2001. Hal ini berarti perusahaan akan mengungkapkan informasi tertentu jika ada aturan yang menghendakinya. Sedangkan pada perusahaan perbankan dan asuransi sebagian besar (lebih dari 50%) mengungkapkan informasi mengenai pengembangan sumber daya manusianya dibandingkan dengan industri yang lain. Hal ini karena industri ini sangat tergantung pada kemampuan manusia (karyawan) dalam memberikan jasanya kepada pelanggan.
Perusahaan dengan kepemilikan manajemen yang besar dan termasuk dalam industri yang memiliki risiko politis yang tinggi (high-profile) cenderung mengungkapkan informasi sosial yang lebih banyak dibandingkan perusahaan lain.




Sumber :
  1. Frederick D.S. Choi dan Gary K. Meek. 2012. Internasional Accounting. Jakarta. Salemba Empat